LOMBOKINI.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengunjungi Gili Beleq, Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru, pada Selasa (8/9). Tim BAZNAS datang untuk memverifikasi dan meninjau calon penerima Program MAHYANI (Rumah Layak Huni) di wilayah terpencil itu.
Gili Beleq masuk dalam kawasan perairan Kecamatan Jerowaru. Tim BAZNAS menyeberangi lautan dengan transportasi laut untuk mencapai lokasi tersebut.
Kondisi geografis yang sulit tidak menyurutkan niat BAZNAS Lotim. Mereka tetap ingin memastikan masyarakat di pelosok mendapat perhatian dan pelayanan.
Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Lotim, Muh. Munir Fauzi, M. Pd, memimpin langsung kegiatan tersebut. Kasubag Informasi dan Komunikasi, Muh. Faizun Fikri, M. AP, mendampinginya.
Tim meninjau langsung kondisi rumah calon penerima manfaat. Mereka juga melakukan verifikasi faktual agar bantuan Program MAHYANI tepat sasaran. BAZNAS hanya memberikan bantuan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria mustahik.
Muh. Munir Fauzi menyatakan, kehadiran BAZNAS di Gili Beleq membuktikan komitmen lembaga untuk tidak membeda-bedakan wilayah dalam pelayanan.
“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah terpencil, termasuk pulau kecil dan kawasan terbatas akses, tetap mendapat perhatian. Jarak dan kondisi geografis tidak menjadi alasan bagi kami untuk tidak hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Munir, Program MAHYANI mewujudkan pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara nyata. Program ini membantu mustahik mendapatkan tempat tinggal lebih layak, aman, dan manusiawi.
“Rumah bukan hanya tempat berlindung, tetapi kebutuhan dasar keluarga. Melalui Program MAHYANI, BAZNAS Lotim membantu masyarakat yang rumahnya tidak layak huni agar memiliki kehidupan lebih baik dan bermartabat,” tambahnya.
Ia menegaskan, BAZNAS akan memproses seluruh calon penerima bantuan melalui verifikasi dan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, BAZNAS menyalurkan bantuan secara objektif, transparan, dan tepat sasaran.
Kasubag Informasi dan Komunikasi BAZNAS Lotim, Muh. Faizun Fikri, menyampaikan, peninjauan langsung menjaga akuntabilitas program.
“Kami turun langsung melihat kondisi di lapangan. Dengan begitu, data BAZNAS tidak hanya berdasarkan dokumen, tetapi juga fakta dan kondisi riil kehidupan calon penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, perjalanan menuju Gili Beleq membuktikan bahwa BAZNAS harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan penyaluran ZIS, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pelayanan pemerintahan.
“Semangat kami memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal hanya karena mereka tinggal di wilayah sulit dijangkau. Dana ZIS yang dipercayakan para muzaki harus memberi manfaat kepada mereka yang membutuhkan,” katanya.
Salah seorang calon penerima manfaat Program MAHYANI mengaku bersyukur dan terharu atas kedatangan tim BAZNAS. Ia tidak menyangka petugas menyeberangi laut untuk melihat kondisi rumahnya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Lotim. Kami tidak menyangka ada perhatian dan kunjungan langsung sampai ke Gili Beleq. Selama ini kondisi rumah kami sangat sederhana dan membutuhkan perbaikan,” ungkapnya.
Ia berharap, keluarganya mendapat kesempatan mendapatkan bantuan rumah layak huni setelah proses verifikasi selesai.
“Harapan kami sangat besar agar bisa memiliki rumah lebih layak dan aman ditempati bersama keluarga. Semoga apa yang dilakukan BAZNAS menjadi amal kebaikan bagi para muzaki dan semua pihak yang membantu masyarakat seperti kami,” tuturnya penuh harap.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Lombok Timur kembali menegaskan komitmennya menghadirkan manfaat Zakat, Infak, dan Sedekah hingga ke pelosok daerah.
Program MAHYANI tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah mustahik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk hidup lebih layak, aman, dan bermartabat. ***
Penulis : Najamudin Anaji







