Pemkab Lotim Genjot PAD untuk Antisipasi Penurunan Dana Transfer Pusat

Selasa, 2 September 2025 - 12:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Lotim Genjot PAD untuk Antisipasi Penurunan Dana Transfer Pusat. (Foto: Lombokini.com).

Pemkab Lotim Genjot PAD untuk Antisipasi Penurunan Dana Transfer Pusat. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mengantisipasi potensi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat pada 2026.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mengungkapkan strategi tersebut dalam acara Sosialisasi Perda Pajak Daerah di Gedung Wanita pada Selasa, 2 September 2025. Edwin menjelaskan bahwa gambaran APBN 2026 memperlihatkan tren penurunan dana transfer ke daerah.

“Oleh karena itu, kondisi ini menjadi tantangan serius mengingat 85% operasional daerah masih bergantung pada dana tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Untuk menyikapi hal ini, Pemkab Lotim memfokuskan upaya pada peningkatan PAD. Meskipun demikian, target PAD hanya mencapai Rp 521 miliar dari total APBD yang sebesar Rp 3,4 triliun.

Sebagai konsekuensinya, kata Wabup Edwin, sektor pajak kendaraan bermotor menjadi andalan utama karena 66% dari penerimaannya akan masuk langsung ke kas daerah.

“Dengan demikian, kita harus beradaptasi dengan cepat. Selain itu, sinergi semua pihak sangat kita butuhkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa

Di sisi lain, Kepala Bappenda Lombok Timur, Muksin, menegaskan peran krusial perangkat desa dalam mengelola 11 item pajak daerah.

“Mengingat pajak adalah hal sensitif, maka kita harus memahami dan menjalankannya sesuai aturan,” ujarnya.

Selanjutnya, Bappenda bertekad melakukan pendekatan persuasif. Bahkan, mereka telah membentuk juru bantu di setiap desa untuk menyosialisasikan berbagai jenis pajak kepada masyarakat.

Akhirnya, sosialisasi tersebut dihadiri oleh jajaran camat, lurah, kepala desa, serta kepala dinas terkait. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi
Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia
TGB Imbau Warga Lombok Timur Kompak Jaga Persatuan Jelang HUT ke-131
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur
HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:28 WITA

Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:32 WITA

Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:02 WITA

Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:31 WITA

Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem

Selasa, 24 Maret 2026 - 23:44 WITA

Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:30 WITA

Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru

Berita Terbaru

Peneliti Lombok Research Center (LRC),
Dr. Maharani. (Foto: Istimewa)

Lingkungan

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:01 WITA