Ngaji Budaya: Pematenan Identitas Sasak Dinilai Tidak Serius

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ngaji Budaya: Pematenan Identitas Sasak Dinilai Tidak Serius. (Foto: Lombokini.com).

Ngaji Budaya: Pematenan Identitas Sasak Dinilai Tidak Serius. (Foto: Lombokini.com).

KOMBOKINI.com Seorang pemerhati budaya sekaligus Ketua Dewan Kesenian Lombok Timur, Ashwan Kailani, mengkritik keras ketidakseriusan lembaga Majelis Adat Sasak (MAS) dalam mematenkan identitas Suku Sasak.

Ashwan melontarkan kritik tersebut dalam acara Ngaji Budaya Jilid II yang diselenggarakan oleh Yayasan Swadaya Membangun (YSM) dan Universitas Gunung Rinjani (UGR), Selasa 19 Agustus 2025.

Dalam pemaparannya, Ashwan menegaskan pentingnya merumuskan identitas Sasak yang jelas.

“Kita harus merumuskan identitas Sasak, khususnya terkait bentuk pakaian adat, waktu penggunaan, dan status penggunanya dengan tegas. Identitas adalah entitas yang akan menjadi nilai pada sebuah suku. Identitas inilah yang menjadi monokrom dari Budaya Sasak itu sendiri,” tegasnya.

Panitia penyelenggara sengaja menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, termasuk Majelis Adat Sasak, akademisi, pelaku pariwisata, dan budayawan se-Lombok untuk membahas tema “Monokrom Pengembangan Pariwisata, Keterencanaan Ekologis, dan Nilai-Nilai Budaya Lokal”.

Ketua Panitia, Karomi, menyatakan bahwa kegiatan Ngaji Budaya ini berkelanjutan. YSM dan UGR berencana mengupas semua aspek budaya Lombok, mulai dari seni hingga pariwisata.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengambil tema tentang kondisi Rinjani dari aspek ekologis. Rencananya, kami akan mengadakannya di Sembalun,” tutup Karomi. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

KKN IAI Hamzanwadi Kunjungi Museum Genggelang, Telusuri Narasi Sejarah yang Terlupakan
Perang Topat Bukan Toleransi
Para Budayawan Sepakati Pembentukan Dewan Kebudayaan di Tiap Daerah
Wabup Edwin Serahkan Santunan dan Dokumen pada Puncak Pesona Budaya Pengadangan
Dende Tamari: Perempuan Sasak Menentang Kekuasaan
Kolaborasi Seni ‘BASWARA’ Jadi Wadah Lahirkan Seniman Muda Lombok Timur
Menghidupkan Kembali Ritual Boteng Kekep
Ali BD: Masyarakat Harus Jadi Pengimbang Kekuasaan yang Kurang Berkualitas

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:17 WITA

Korsleting Listrik ke Tabung Gas, Rumah Warga Paok Lombok Terbakar usai Salat Iduladha

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:47 WITA

Hanya 6 dari 12 Armada Layak Operasi, Kadis Damkarmat Lotim Dorong Pengadaan Lewat Pokir Dewan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:57 WITA

Sempat Terkendala Kabut Tebal, Evakuasi Udara Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani Berhasil Dilakukan

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Senin, 25 Mei 2026 - 19:10 WITA

Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani

Senin, 25 Mei 2026 - 14:55 WITA

Sekda Lotim Saksikan Bule Swiss Ucap Syahadat di Penutupan TC MTQ XXXI 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:54 WITA

Pusat Keluarkan Bantuan Revitalisasi Sekolah untuk Lombok Timur Usulan DPR dan DPD, Kadis Dikbud Lotim Ungkapkan Hal Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:39 WITA

Kendalikan Harga Jelang Iduladha, Pemkab Lombok Timur Gelar Pasar Murah dan Sidak

Berita Terbaru

Seorang guru membagikan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa di salah satu sekolah. (Foto: Lombokini.com/Badan Gizi Nasional).

Opini

MBG ‘Big Push’ Bagi Sektor Pendidikan  

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:42 WITA