Ngaji Budaya: Pematenan Identitas Sasak Dinilai Tidak Serius

Selasa, 19 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ngaji Budaya: Pematenan Identitas Sasak Dinilai Tidak Serius. (Foto: Lombokini.com).

Ngaji Budaya: Pematenan Identitas Sasak Dinilai Tidak Serius. (Foto: Lombokini.com).

KOMBOKINI.com – Seorang pemerhati budaya sekaligus Ketua Dewan Kesenian Lombok Timur, Ashwan Kailani, mengkritik keras ketidakseriusan lembaga Majelis Adat Sasak (MAS) dalam mematenkan identitas Suku Sasak.

Ashwan melontarkan kritik tersebut dalam acara Ngaji Budaya Jilid II yang diselenggarakan oleh Yayasan Swadaya Membangun (YSM) dan Universitas Gunung Rinjani (UGR), Selasa 19 Agustus 2025.

Dalam pemaparannya, Ashwan menegaskan pentingnya merumuskan identitas Sasak yang jelas.

Baca Juga :  Guru Lauq Indonesia dan Repoq Literasi Luncurkan Program Belajar Aksara Sasak

“Kita harus merumuskan identitas Sasak, khususnya terkait bentuk pakaian adat, waktu penggunaan, dan status penggunanya dengan tegas. Identitas adalah entitas yang akan menjadi nilai pada sebuah suku. Identitas inilah yang menjadi monokrom dari Budaya Sasak itu sendiri,” tegasnya.

Panitia penyelenggara sengaja menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, termasuk Majelis Adat Sasak, akademisi, pelaku pariwisata, dan budayawan se-Lombok untuk membahas tema “Monokrom Pengembangan Pariwisata, Keterencanaan Ekologis, dan Nilai-Nilai Budaya Lokal”.

Baca Juga :  AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Ketua Panitia, Karomi, menyatakan bahwa kegiatan Ngaji Budaya ini berkelanjutan. YSM dan UGR berencana mengupas semua aspek budaya Lombok, mulai dari seni hingga pariwisata.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengambil tema tentang kondisi Rinjani dari aspek ekologis. Rencananya, kami akan mengadakannya di Sembalun,” tutup Karomi. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru Lauq Indonesia dan Repoq Literasi Luncurkan Program Belajar Aksara Sasak
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Performance Studies Mempersoalkan Tubuh, Bukan Mempersembahkan Tubuh
Wilayah Wisata Sembalun Diakui UNESCO, tapi Sembalun Bumbung Kurang Diperhatikan Pemerintah
Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur
Awik-Awik Baru untuk Pendaki Rinjani: Wajib Ikut Ritual Adat Sembeq Buraq? Ini Penjelasan TNGR
JAMNAS V BPAN Mengumpulkan Pemuda Adat Se-Nusantara di Desa Perigi: Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Masyarakat Adat
Ratusan Pemuda Adat Nusantara dari Berbagai Wilayah Melebur dalam Sakralnya Tradisi Tetulaq Desa di Desa Perigi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:57 WITA

Guru Lauq Indonesia dan Repoq Literasi Luncurkan Program Belajar Aksara Sasak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Selasa, 8 September 2026 - 16:04 WITA

Performance Studies Mempersoalkan Tubuh, Bukan Mempersembahkan Tubuh

Selasa, 1 September 2026 - 13:24 WITA

Wilayah Wisata Sembalun Diakui UNESCO, tapi Sembalun Bumbung Kurang Diperhatikan Pemerintah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:30 WITA

Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA