KKN IAI Hamzanwadi Kunjungi Museum Genggelang, Telusuri Narasi Sejarah yang Terlupakan

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim KKN IAI Hamzanwadi Pancor berpose bersama dalam kunjungan ke Museum Genggelang, Lombok Utara, Ahad 8 Februari 2026, untuk menelusuri narasi sejarah yang terlupakan. (Foto: Lombokini.com/Muh. Arya Suryawan).

Tim KKN IAI Hamzanwadi Pancor berpose bersama dalam kunjungan ke Museum Genggelang, Lombok Utara, Ahad 8 Februari 2026, untuk menelusuri narasi sejarah yang terlupakan. (Foto: Lombokini.com/Muh. Arya Suryawan).

LOMBOKINI.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor Desa Selelos 01 mengunjungi Museum Desa Genggelang di Lombok Utara, Ahad 8 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan mengeksplorasi narasi sejarah lokal yang sering terpinggirkan dalam diskursus sejarah nusantara.

Muh. Arya Suryawan, Koordinator Humas KKN PKM IAI Hamzanwadi, menyatakan kunjungan tersebut bukan sekadar perjalanan biasa.

“Ini adalah upaya mendekonstruksi sejarah yang kerap terlupakan. Museum ini menjadi ‘ruang bicara’ yang menghubungkan masa lalu dengan kegelisahan identitas masa kini,” ujarnya.

Museum Genggelang didirikan atas inisiatif individu Amiq Supardi pada 8 Maret 2018, setelah ia melihat banyak peninggalan bersejarah di desanya yang tak terawat.

Baca Juga :  NTB Perluas Cakupan MBG dan Targetkan 30 Persen Kebutuhan Pangan dari Produksi Lokal

Pendirian museum ini kemudian disahkan secara resmi oleh Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2025.

Melalui koleksinya, museum tersebut memberikan pijakan kuat mengenai posisi Lombok dalam peta peradaban abad ke-7 hingga ke-8 Masehi.

Sejarah Genggelang menunjukkan jejaring maritim dan pemikiran yang menghubungkan Lombok dengan dinamika global pada masanya.

Salah satu temuan penting dari kunjungan ini adalah proses transmisi nilai-nilai Islam di Genggelang.

“Islam tidak hadir dengan menegasi tradisi lama, tetapi menyesuaikan diri melalui adaptasi kultural yang cerdas. Ini menunjukkan cultural hybridity atau percampuran budaya yang unik,” jelas Arya.

Baca Juga :  BPS NTB Buka Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Secara Terbuka dan Berbasis Sistem

Museum tersebut juga berfungsi sebagai narasi kontra-hegemonik yang melawan “amnesia sejarah”. Koleksinya menawarkan narasi alternatif tentang kejayaan, sistem nilai, dan etika politik lokal yang mungkin luntur di era modern. Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti pada kesan estetis semata.

“Ada tanggung jawab intelektual untuk menghubungkan nilai-nilai di Museum Genggelang dengan kondisi sosial-budaya kita sekarang. Kita perlu mengevaluasi kembali pengelolaan warisan budaya agar tidak sekadar jadi objek pariwisata,” pungkas Arya.

Menjaga Museum Genggelang berarti menjaga kewarasan kolektif sebagai bangsa yang memiliki akar sejarah dalam dan kokoh. Sejarah bukan garis lurus, tetapi spiral yang selalu memberikan jawaban atas pertanyaan masa depan. ***

Penulis : Muh. Arya Suryawan

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB
Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau
Tekan Inflasi, Pemprov NTB Gelar Pangan Murah di Lombok Barat
Menjaga Kewarasan di Era Digital: Haul ke-4 Buya Syafii Maarif di Selong Kupas Tuntas Eksistensi Manusia dan AI
LSM Garuda: Kami Siap Jadi Cooling System dan Jembatan Komunikasi Masyarakat-Pemerintah
Kepala SMAN 1 Keruak Ajak Amalkan Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
BPS NTB Buka Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Secara Terbuka dan Berbasis Sistem
Lebih dari 4.000 Paket Daging Kurban Disalurkan Yayasan Cahaya Untuk Negeri ke Pelosok Lombok Timur

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

Dikes Lombok Timur Temukan Bakteri E-Coli Melebihi Batas Normal di Dapur MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:53 WITA

Polres Ungkap Identitas Mayat Wanita di Pantai Labuhan Haji, Keluarga Tolak Otopsi

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:00 WITA

Ditemukan Meninggal di Pantai Labuhan Haji, Wanita Asal Tanjung Luar Diduga Alami Gangguan Jiwa

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:17 WITA

Korsleting Listrik ke Tabung Gas, Rumah Warga Paok Lombok Terbakar usai Salat Iduladha

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:34 WITA

Damkarmat Lombok Timur Wajibkan Simulasi Kebakaran untuk Akreditasi Puskesmas

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:57 WITA

Sempat Terkendala Kabut Tebal, Evakuasi Udara Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani Berhasil Dilakukan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:10 WITA

Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:18 WITA

Ratusan Nelayan Lombok Timur Demo Tuntut Kuota BBM Subsidi

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. (Foto: Lombokini.com).

Lombok Timur

Bupati Lotim Pastikan Mutasi Jabatan Kembali Digelar pada Juli 2026

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:31 WITA