Meritokrasi Jadi Prioritas, Gubernur NTB Janji Tempatkan Orang Tepat di Posisi Tepat

Selasa, 8 April 2025 - 15:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meritokrasi Jadi Prioritas, Gubernur NTB Janji Tempatkan Orang Tepat di Posisi Tepat. (Foto: Lombokini.com).

Meritokrasi Jadi Prioritas, Gubernur NTB Janji Tempatkan Orang Tepat di Posisi Tepat. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan perlunya pendekatan baru untuk meningkatkan performa dan tata kelola pemerintahan di Provinsi NTB. Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan amanat pada Apel dan Halalbihalal bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN Lingkup Pemerintah Provinsi NTB, yang berlangsung di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, pada Selasa 8 April 2025.

“Kita tidak bisa meneruskan cara-cara lama dalam mengelola provinsi ini, karena terbukti belum membawa perubahan signifikan. Kita memerlukan cara-cara baru. Saya yakin, di awal akan terasa tidak nyaman, karena hal baru memang selalu membawa ketidaknyamanan. Namun, saya percaya, setelah kita dan rakyat merasakan manfaatnya, kita akan menyadari bahwa cara baru itu justru lebih baik dan lebih nyaman,” jelas Gubernur.

Baca Juga :  Pemprov NTB Tegaskan Pengiriman Ternak ke Jabodetabek Lebih Tertata

Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi wajib melanjutkan serta menghargai capaian-capaian positif dari kepemimpinan sebelumnya sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Namun, pada saat yang sama, masih banyak hal yang harus mereka perbaiki dan tingkatkan.

“Saya yakin, Bapak/Ibu sekalian, seluruh jajaran dan keluarga besar Pemerintah Provinsi NTB, akan bersama saya dan Ibu Dinda untuk memperbaiki hal-hal tersebut. Kita akan fokus pada tiga hal utama ke depan: tata kelola keuangan, tata kelola perencanaan dan pembangunan, hingga tata kelola sumber daya manusia,” tegas Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur kembali menekankan pentingnya penerapan meritokrasi dalam sistem pemerintahan. Ia dan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, telah berkomitmen sejak awal untuk membangun fondasi meritokrasi secara bertahap. Ia berkomitmen untuk segera menempatkan orang-orang yang tepat di posisi yang tepat.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Evaluasi PAD, Bupati Sebut 2026 Tahun Berat

Menutup sambutannya, Gubernur dan Wakil Gubernur menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta apel dan halal bihalal, mengingat keduanya baru memulai masa kepemimpinan mereka selama satu bulan terakhir.

“Memang kita baru saling mengenal, baru berinteraksi selama lebih dari satu bulan. Namun, saya yakin sudah ada kekurangan, sudah ada kesalahan. Untuk itu, saya dan Ibu Dinda mohon dibukakan pintu maaf lahir dan batin,” ucap Gubernur. ***

Berita Terkait

Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya
Pemkab Lotim Evaluasi PAD, Bupati Sebut 2026 Tahun Berat
Pemprov NTB Tegaskan Pengiriman Ternak ke Jabodetabek Lebih Tertata
Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Pengamat: Tagline ‘Kolotan’ Sekda NTB Kontraproduktif
Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok
Nursalim Sebut Ada Perintah ‘Gubernur Iqbal’ di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA