Menyingkap Ruang Bawah Tanah: Borka dan Transformasi Teater Lho Indonesia di FTI 2025

Senin, 8 Desember 2025 - 22:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyingkap Ruang Bawah Tanah: Borka dan Transformasi Teater Lho Indonesia di FTI 2025. (Foto: Lombokini.com).

Menyingkap Ruang Bawah Tanah: Borka dan Transformasi Teater Lho Indonesia di FTI 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Memasuki usia ke-35, Teater Lho Indonesia menandai tonggak penting perjalanan kreatifnya dengan tampil dalam Festival Teater Indonesia (FTI) 2025. Kelompok teater asal Mataram ini akan mementaskan lakon “Borka” pada 10 Desember 2025, di hari pertama festival di Taman Budaya Provinsi NTB.

Di usia matangnya, Teater Lho Indonesia justru menghidupkan kembali karya adaptasi dari cerpen “Belfegor” karya Kiki Sulistyo. Lakon ini menggambarkan bagaimana sebuah karya teater dapat terus bertumbuh melalui pembacaan dan eksplorasi ulang.

Sutradara sekaligus penulis naskah, R. Eko Wahono, menyebut momentum ini sebagai ruang bertumbuh bagi naskah, aktor, dan seluruh elemen estetis kelompoknya.

“Kami menggali lebih dalam makna simbolis ‘ruang bawah tanah’, apakah ia ruang fisik, batin, atau bawah sadar,”  ujarnya di Taman Budaya Mataram, Senin 8 Desember 2025.

Proses penafsiran ulang itu melahirkan napas baru bagi “Borka”. Lakon ini menempatkan dua tokoh perempuan, Sirin dan Nenek, pada posisi berlapis sebagai korban sekaligus pewaris kekerasan. Adaptasi Eko juga memunculkan “bola cahaya” sebagai simbol baru Belfegor iblis kekayaan yang menggoda manusia ke dalam lingkaran keserakahan.

“Melalui ‘Borka’, kami bekerja pada dua lapis: mitologis dan sosiologis. Ia berbicara tentang iblis, tetapi juga tentang kapitalisme, materialisme, dan manusia yang kehilangan empati,” tegas Eko.

Pementasan melibatkan pemain dari latar sosial beragam, seperti Sopiyan Sauri (Paman, guru pesantren), Yulianerny (Nenek, pengajar sekolah), Bagus Maulana (Borka, mahasiswa), dan Witari Ardini (Sirin, pelajar).

Di sektor artistik, Gde Agus Mega (etnomusikolog) menghadirkan bunyi perkusi ambience sebagai “suara bawah sadar” tokoh. Akmal Sasak, sebagai penata artistik dan cahaya, merancang panggung berbentuk tabung silinder limas segi enam yang merepresentasikan ruang bawah tanah, dilengkapi permainan cahaya untuk menghidupkan simbol Belfegor.

Sementara itu, penata visual Kharisma Priasa menyajikan videografi “arus pikiran” melalui gambar abstrak yang berkelebat, mengubah panggung teater menjadi pengalaman sinematik yang imersif.

Secara keseluruhan, “Borka” menjadi cermin bagi masyarakat modern yang terjebak materialisme. Bola cahaya melambangkan kekayaan dan teknologi yang justru menjerat manusia. Teater Lho Indonesia, melalui karya ini, menghadirkan panggung sebagai ruang renungan moral dan penyembuhan sosial di usia ke-35 mereka. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Keseruan Penutupan Festival Muharram: Dari Request Lagu Dangdut hingga Aksi Bams Ajak Bupati Lotim Menemani Bernyanyi di Atas Panggung
Festival Muharam Lombok Timur Ditutup, Puluhan Ribu Warga Padati Lapangan Porda Selong
Dinkes Lotim Siagakan 11 Ambulans dan 33 Tenaga Medis di Puncak Festival Muharram
GIGI, Bams, dan John Paul Ivan Siap Hibur Ribuan Penonton di Puncak Festival Muharram Lombok Timur
Ikuti Lomba Festival Gebyar 2026 Hadrah Al-Habsyi, Ini Cara Daftarnya
BEM Universitas Hamzanwadi Gelar Nobar Film ‘Pesta Babi’, 600 Mahasiswa dan Masyarakat Antusias
Kake Ashwan Luncurkan ‘Pulanglah’, Single Perdana yang Menyentuh Hati Perantau
LASQI Lombok Timur Dikukuhkan, Didorong Berinovasi untuk Dakwah Generasi Z

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:58 WITA

Kejari Lombok Timur Dalami Kasus Lima Kades Diduga Gelapkan Dana Desa

Senin, 27 Juli 2026 - 12:11 WITA

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:52 WITA

Sapu Bersih Treasury Award 2026, Polres Lombok Timur Boyong Empat Penghargaan hingga Grand Champion

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:38 WITA

Ungkap 3 Kg Sabu di Pelabuhan Kayangan, Kapolres Lotim Terima Penghargaan dari Ormas Keris Sasak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:26 WITA

Gulung Jaringan Curanmor di Terara, Tim Gabungan Polres Lotim Amankan 3 Pelaku dan 9 Motor

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:12 WITA

TGB Sesalkan Klaim Kuasa Hukum yang Kaitkan Emas 74 Kg dengan Yayasan Dakwah

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:31 WITA

KPK Sita Rp 9,06 Miliar dan Tetapkan 3 Tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 17:52 WITA

KPK OTT Bupati Lombok Barat dan Amankan 18 Orang

Berita Terbaru

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Timur, H. Haerul Warisin. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima).

Politik

Haerul Warisin Tegaskan Jangan Seret Gerindra ke Kasus LAZ

Senin, 3 Agu 2026 - 22:42 WITA

PT Amman Mineral International Tbk mengoperasikan smelter peleburan bijih tambang di Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com/Amman.co.id).

Opini

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:46 WITA

BPBD NTB bersama BPBD Lombok Timur memfasilitasi desa sasaran mengikuti Penilaian Ketangguhan Desa berbasis SIK SIAGA di Aula BPBD Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:14 WITA