LOMBOKINI.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) menggelar rapat koordinasi untuk secara resmi menutup periode lima tahun Program Power to Youth pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Program yang berfokus pada pencegahan perkawinan anak dan kehamilan remaja ini telah meninggalkan sejumlah capaian signifikan. Secara khusus, YGSI melaporkan bahwa program mereka telah berhasil membangun layanan yang lebih baik bagi siswi di sejumlah sekolah. Sementara itu, pada tingkat kebijakan, program ini berhasil mendorong lahirnya Perda Lombok Timur Nomor 2 Tahun 2024 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.
Secara keseluruhan, program yang terpusat di dua kecamatan ini telah menghasilkan enam pilar capaian. Pencapaian tersebut meliputi penguatan kapasitas anak muda, produk kebijakan (2 Perda, 7 Perdes), produk pengetahuan, media edukasi, dan kolaborasi yang kuat.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menyambut baik seluruh capaian ini. Ia mengapresiasi YGSI dan mengharapkan semua pihak tetap terlibat. Lebih lanjut, Wabup menekankan pentingnya perencanaan untuk keberlanjutan program. “Oleh karena itu, semoga kegiatan dalam program ini dapat kita replikasi usai program berakhir,” harapnya. Ia juga meminta OPD terkait menginventarisasi NGO untuk membangun sinergi yang lebih terstruktur.
Direktur YGSI Pusat, Eli Sawitri, mengakui kolaborasi dengan seluruh stakeholder, termasuk pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, sebagai kunci kesuksesan program. “Selanjutnya, harapan kami, semangat dan capaian ini dapat kita teruskan secara mandiri dan kita perluas jangkauannya,” tambahnya.
Kepala Dinas DP3AKB, H. Ahmat, membuktikan kesuksesan program dengan data. Berdasarkan data yang ada, kasus perkawinan anak di Lombok Timur anjlok dari 141 kasus pada 2021 menjadi hanya 11 kasus pada 2024. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa isu ini tetap menjadi perhatian nasional yang perlu semua pihak tekan bersama.
Akhirnya, rapat koordinasi ini ditutup dengan komitmen untuk melanjutkan upaya pencegahan dan penyerahan penghargaan kepada pemerintah daerah, desa, dan sekolah sasaran. ***
Editor : Najamudin Anaji







