Lombok Timur Berhasil Tekan Perkawinan Anak dari 141 Jadi 11 Kasus, Wabup Minta Program Berlanjut

Jumat, 29 Agustus 2025 - 16:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Timur Sukses Tekan Perkawinan Anak, Wabup Minta Program Berlanjut. (Foto: Lombokini.com/Humas).

Lombok Timur Sukses Tekan Perkawinan Anak, Wabup Minta Program Berlanjut. (Foto: Lombokini.com/Humas).

LOMBOKINI.comPemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) menggelar rapat koordinasi untuk secara resmi menutup periode lima tahun Program Power to Youth pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Program yang berfokus pada pencegahan perkawinan anak dan kehamilan remaja ini telah meninggalkan sejumlah capaian signifikan. Secara khusus, YGSI melaporkan bahwa program mereka telah berhasil membangun layanan yang lebih baik bagi siswi di sejumlah sekolah. Sementara itu, pada tingkat kebijakan, program ini berhasil mendorong lahirnya Perda Lombok Timur Nomor 2 Tahun 2024 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Secara keseluruhan, program yang terpusat di dua kecamatan ini telah menghasilkan enam pilar capaian. Pencapaian tersebut meliputi penguatan kapasitas anak muda, produk kebijakan (2 Perda, 7 Perdes), produk pengetahuan, media edukasi, dan kolaborasi yang kuat.

Baca Juga :  Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menyambut baik seluruh capaian ini. Ia mengapresiasi YGSI dan mengharapkan semua pihak tetap terlibat. Lebih lanjut, Wabup menekankan pentingnya perencanaan untuk keberlanjutan program. “Oleh karena itu, semoga kegiatan dalam program ini dapat kita replikasi usai program berakhir,” harapnya. Ia juga meminta OPD terkait menginventarisasi NGO untuk membangun sinergi yang lebih terstruktur.

Direktur YGSI Pusat, Eli Sawitri, mengakui kolaborasi dengan seluruh stakeholder, termasuk pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, sebagai kunci kesuksesan program. “Selanjutnya, harapan kami, semangat dan capaian ini dapat kita teruskan secara mandiri dan kita perluas jangkauannya,” tambahnya.

Baca Juga :  Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 

Kepala Dinas DP3AKB, H. Ahmat, membuktikan kesuksesan program dengan data. Berdasarkan data yang ada, kasus perkawinan anak di Lombok Timur anjlok dari 141 kasus pada 2021 menjadi hanya 11 kasus pada 2024. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa isu ini tetap menjadi perhatian nasional yang perlu semua pihak tekan bersama.

Akhirnya, rapat koordinasi ini ditutup dengan komitmen untuk melanjutkan upaya pencegahan dan penyerahan penghargaan kepada pemerintah daerah, desa, dan sekolah sasaran. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 
Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran
Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan
Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur
Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis
Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA