Kepala Bapenda Lombok Timur Bantah Isu Dugaan Pemotongan Gaji Honorer

Rabu, 6 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bapenda Kabupaten Lombok Timur, Muksin, S.Km., M.M. 
(Foto: Lombokini.com).

Kepala Bapenda Kabupaten Lombok Timur, Muksin, S.Km., M.M. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim), Muksin, M.M., membantah keras isu dugaan pemotongan gaji atau pungutan liar (pungli) terhadap pegawai honorer. Dia menyatakan peristiwa itu tidak pernah terjadi.

“Terkait isu pungutan liar atau pemotongan gaji honorer, saya selaku pimpinan menyatakan itu semua tidak benar,” tegas Muksin kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu 6 Agustus 2025.

Lebih lanjut, Muksin menjelaskan bahwa bendahara sama sekali tidak pernah menahan gaji honorer apali melakukan memotong gaji.

“Tidak benar isu ini. Terlebih lagi, jika pun benar, kami pasti akan mengambil sikap tegas.  Karena itu, jangan sebarkan berita tanpa klarifikasi kebenarannya,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Bapenda akan segera mengambil langkah tegas jika menemukan penyelewengan keuangan.

Baca Juga :  AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

“Sebab, kami tidak membiarkan hal itu terjadi. Terutama karena persoalan keuangan dan hak orang itu sangat sensitif,” imbuhnya.

Menanggapi beredarnya isu tersebut, pihaknya langsung melakukan rapat internal. Hasilnya, mereka mengonfirmasi kepada seluruh pegawai instansinya dan tidak menemukan adanya pegawai yang melakukan pungutan liar atau pemotongan gaji honorer.

“Bahkan, kami membagikan gaji penuh ke semua honorer begitu dana kami tarik dari Bank NTB Syariah. Kami tidak memotong satu peser pun,” ujarnya.

Muksin menegaskan kembali bahwa kalaupun ada pemotongan, itu hanya pemotongan PPh sesuai aturan.

“Jelas, kami tidak mengetahui pemotongan lain. Hanya pajak PPh saja,” tegasnya.

Mengenai jumlah honorer di Bapenda yang mencapai kurang lebih 218 orang dengan petugas yang di kecamatan.

Muksin menyatakan siap dipanggil pimpinan, baik Bupati maupun Wakil Bupati, untuk melakukan klarifikasi terkait isu pemotongan gaji tanpa aturan yang jelas.

Baca Juga :  Satpol PP Tertibkan Lapak di Labuhan Haji, Temukan Kuitansi Nama Perempuan Bertarif Rp 50-200 Ribu

“Bahkan, saya siap menerima panggilan Bupati atau Wakil Bupati jika ada pegawai yang mengaku pemotongan honor terjadi. Kami akan melakukan klarifikasi karena kami tidak pernah melakukan hal itu,” bantahnya.

Sebelumnya, sejumlah pegawai honorer mengaku menjadi korban pemotongan gaji sepihak. Mereka menyebut Bendahara Pengeluaran berinisial Ir memotong insentif tanpa penjelasan jelas.

“Bahkan kami dilarang mendokumentasikan proses pemotongan itu,” ungkap salah satu korban yang enggan namanya dipublikasikan, Senin (4/8).

Mereka mengaku kerap mengalami pemotongan ini dan berencana melaporkannya ke Bupati Lombok Timur.

“Percuma Bupati menyatakan haram pungli, jika di awal pemerintahan pemotongan honor masih terjadi,” pungkasnya. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun
Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan
Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya
Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:41 WITA

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:14 WITA

Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:29 WITA

Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA