Kepala Bapenda Lombok Timur Bantah Isu Dugaan Pemotongan Gaji Honorer

Rabu, 6 Agustus 2025 - 14:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bapenda Kabupaten Lombok Timur, Muksin, S.Km., M.M. 
(Foto: Lombokini.com).

Kepala Bapenda Kabupaten Lombok Timur, Muksin, S.Km., M.M. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim), Muksin, M.M., membantah keras isu dugaan pemotongan gaji atau pungutan liar (pungli) terhadap pegawai honorer. Dia menyatakan peristiwa itu tidak pernah terjadi.

“Terkait isu pungutan liar atau pemotongan gaji honorer, saya selaku pimpinan menyatakan itu semua tidak benar,” tegas Muksin kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu 6 Agustus 2025.

Lebih lanjut, Muksin menjelaskan bahwa bendahara sama sekali tidak pernah menahan gaji honorer apali melakukan memotong gaji.

“Tidak benar isu ini. Terlebih lagi, jika pun benar, kami pasti akan mengambil sikap tegas.  Karena itu, jangan sebarkan berita tanpa klarifikasi kebenarannya,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Bapenda akan segera mengambil langkah tegas jika menemukan penyelewengan keuangan.

Baca Juga :  Bupati Lotim Lantik 87 Pj Kades, Wajibkan Perangkat Desa Daftar BPJS

“Sebab, kami tidak membiarkan hal itu terjadi. Terutama karena persoalan keuangan dan hak orang itu sangat sensitif,” imbuhnya.

Menanggapi beredarnya isu tersebut, pihaknya langsung melakukan rapat internal. Hasilnya, mereka mengonfirmasi kepada seluruh pegawai instansinya dan tidak menemukan adanya pegawai yang melakukan pungutan liar atau pemotongan gaji honorer.

“Bahkan, kami membagikan gaji penuh ke semua honorer begitu dana kami tarik dari Bank NTB Syariah. Kami tidak memotong satu peser pun,” ujarnya.

Muksin menegaskan kembali bahwa kalaupun ada pemotongan, itu hanya pemotongan PPh sesuai aturan.

“Jelas, kami tidak mengetahui pemotongan lain. Hanya pajak PPh saja,” tegasnya.

Mengenai jumlah honorer di Bapenda yang mencapai kurang lebih 218 orang dengan petugas yang di kecamatan.

Muksin menyatakan siap dipanggil pimpinan, baik Bupati maupun Wakil Bupati, untuk melakukan klarifikasi terkait isu pemotongan gaji tanpa aturan yang jelas.

Baca Juga :  Menjelang Iduladha, Pemkab Lombok Timur Sidak Distributor dan Gelar Pasar Murah

“Bahkan, saya siap menerima panggilan Bupati atau Wakil Bupati jika ada pegawai yang mengaku pemotongan honor terjadi. Kami akan melakukan klarifikasi karena kami tidak pernah melakukan hal itu,” bantahnya.

Sebelumnya, sejumlah pegawai honorer mengaku menjadi korban pemotongan gaji sepihak. Mereka menyebut Bendahara Pengeluaran berinisial Ir memotong insentif tanpa penjelasan jelas.

“Bahkan kami dilarang mendokumentasikan proses pemotongan itu,” ungkap salah satu korban yang enggan namanya dipublikasikan, Senin (4/8).

Mereka mengaku kerap mengalami pemotongan ini dan berencana melaporkannya ke Bupati Lombok Timur.

“Percuma Bupati menyatakan haram pungli, jika di awal pemerintahan pemotongan honor masih terjadi,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Damkarmat Lombok Timur Wajibkan Simulasi Kebakaran untuk Akreditasi Puskesmas
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani
Sekda Lotim Saksikan Bule Swiss Ucap Syahadat di Penutupan TC MTQ XXXI 2026
Pusat Keluarkan Bantuan Revitalisasi Sekolah untuk Lombok Timur Usulan DPR dan DPD, Kadis Dikbud Lotim Ungkapkan Hal Ini
Kendalikan Harga Jelang Iduladha, Pemkab Lombok Timur Gelar Pasar Murah dan Sidak
NTB Perluas Cakupan MBG dan Targetkan 30 Persen Kebutuhan Pangan dari Produksi Lokal
Bidik Posisi 3 Besar di MTQ XXXI NTB, Lombok Timur Gembleng 54 Kafilah dalam Training Center

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Senin, 25 Mei 2026 - 14:55 WITA

Sekda Lotim Saksikan Bule Swiss Ucap Syahadat di Penutupan TC MTQ XXXI 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:08 WITA

NTB Perluas Cakupan MBG dan Targetkan 30 Persen Kebutuhan Pangan dari Produksi Lokal

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:05 WITA

NTB Kirim 24.974 Sapi Kurban ke Jabodetabek, Perputaran Uang Tembus Rp 500 M

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:15 WITA

DPRD NTB Sahkan Raperda Pajak Daerah, Targetkan Tambahan Rp 160 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:27 WITA

TPID NTB Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:46 WITA

Dishub NTB Serahkan Sertifikat Keselamatan ke Perusahaan Angkutan Umum

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:14 WITA

Abul Chair Dorong ASN NTB Bertransformasi Jadi Agen Perubahan

Berita Terbaru