Kemensos dan Kemendikdasmen Siapkan Rekrutmen Guru dan Kurikulum Sekolah Rakyat

Rabu, 9 April 2025 - 23:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemensos dan Kemendikdasmen Siapkan Rekrutmen Guru dan Kurikulum Sekolah Rakyat. (Foto: Lombokini.com/Dik. Kemensos).

Kemensos dan Kemendikdasmen Siapkan Rekrutmen Guru dan Kurikulum Sekolah Rakyat. (Foto: Lombokini.com/Dik. Kemensos).

LOMBOKINI.com Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mematangkan proses rekrutmen guru, peserta didik, serta penyusunan kurikulum untuk Sekolah Rakyat yang akan dibuka pada tahun ajaran baru 2025/2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa Inpres No 8 Tahun 2025 telah menjadi pedoman dalam pelaksanaan program ini.

“Inpres No 8 Tahun 2025 sudah keluar dan menjadi pedoman kami. Tugas Kemendikdasmen dan Kemensos di dalamnya juga sudah jelas,” ujarnya di Kantor Kemendikdasmen, Selasa 8 April 2025.

Gus Ipul menjelaskan bahwa kehadirannya kali ini sekaligus merinci tugas kedua kementerian, termasuk dalam rekrutmen guru, penyusunan kurikulum, dan pendaftaran peserta didik.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan bahwa pihaknya akan merekrut guru melalui sistem kontrak kerja individu.

Baca Juga :  Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah

“Guru yang kami kontrak tidak terikat ASN dan memang khusus mengajar di Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Abdul Mu’ti menambahkan bahwa guru yang lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) akan memenuhi kualifikasi. “Pertama, mereka harus full-time, mengajar di lokasi, dan kami sampaikan sejak awal.” Guru-guru tersebut juga dapat mengajar lebih dari satu mata pelajaran.

Untuk posisi kepala sekolah, Kemendikdasmen menetapkan kebijakan berdasarkan jumlah murid. “Satu lokasi bisa memiliki satu kepala sekolah yang membawahi tiga jenjang (SD, SMP, SMA),” ujarnya.

Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa Badan Nasional Bantuan Administrasi (BNBA) akan menyerahkan tenaga pendidik pada 24 April mendatang.

Dalam hal kurikulum, Sekolah Rakyat akan menerapkan pendekatan berbasis individual atau pemetaan peserta didik di awal.

Baca Juga :  Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman

“Kami kembangkan Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah biasa. Siswa bisa masuk kapan saja tanpa terikat tahun ajaran, multi-entry multi-exit,” jelasnya.

Setiap siswa akan memiliki target capaian belajar masing-masing. “Multi-entry multi-exit bukan berarti bisa keluar sesuka hati, melainkan bisa masuk kapan saja dan mencapai kompetensi sesuai kemampuannya. Kami tidak menyamaratakan semua siswa. Yang penting, mereka belajar dan membentuk karakter melalui sistem asrama,” tegas Abdul.

Untuk rekrutmen peserta didik, Kemendikdasmen akan memanfaatkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang terintegrasi dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Kami akan mencocokkan data Dapodik dengan DTSEN. Jika anak dari desil 1 dan 2 tidak terdaftar di Dapodik, artinya mereka putus sekolah. Jadi, kami tidak akan merekrut siswa yang sudah bersekolah,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah
Akademisi Puji Pidato Presiden Prabowo, Sebut Beri Pencerahan Visi Bangsa
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
APPMBGI Serahkan SK Pengurus DPD NTB, Kritisi Carut-marut Program MBG
Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional
Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman
DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI
Pertamina Pastikan Stok Pertalite Cukup dan Distribusi Normal

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:36 WITA

Viral! Video Asusila 4 Remaja di Bawah Umur Meresahkan Warga Tanjung Luar, Pihak Polisi Sedang Menyelidikinya

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:07 WITA

Tahanan Asal Keruak Melangsungkan Pernikahan di Balik Jeruji Rutan Polres Lombok Timur

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:43 WITA

Ormas Keris Sasak Protes Dokter Tak Ramah dan Minta Layanan Setara di RSUD Selong

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Senin, 15 Juni 2026 - 21:55 WITA

Tragis, Petugas Mitra PLN Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan di Pohgading

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

Dikes Lombok Timur Temukan Bakteri E-Coli Melebihi Batas Normal di Dapur MBG

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:51 WITA

Api Lahap Bukit Sempana Saat Puluhan Pendaki Berkemah

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:53 WITA

Polres Ungkap Identitas Mayat Wanita di Pantai Labuhan Haji, Keluarga Tolak Otopsi

Berita Terbaru

Bangkitnya Kelas Menengah. (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Rabu, 8 Jul 2026 - 14:44 WITA