Keindahan Kain Tenun di Alunan Budaya Desa Pringgasela 2024

Kamis, 18 Juli 2024 - 11:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu peserta karvala menggenakan kain tenun dengan hiasan tembolak merah. (foto:ong)

Salah satu peserta karvala menggenakan kain tenun dengan hiasan tembolak merah. (foto:ong)

LOMBOKINI.com – Setelah Desa Pringgasela resmi menjadi salah satu dari 110 Desa terpilih pada Karisma Event Nusantara (KEN), Perayaan Alunan Budaya Desa Pringgasela kembali menggeliat dengan semarak melalui acara tahunan Alunan Budaya ke-8.

Tahun ini, acara tersebut mengusung tema “Benang Merah,” dengan karnaval tenun yang memukau hati para pengunjung. Karnaval ini digelar pada Rabu (17/07) di Tugu Perjuangan Pringgasela, menjadi puncak acara dengan melibatkan para perajin tenun lokal.

Mereka menampilkan keindahan kain tenun khas Pringgasela dengan berbagai motif dan warna yang mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal.

Sebanyak 45 peserta karnaval, terdiri dari anak-anak dan dewasa dari seluruh wilayah di NTB, mengenakan busana hasil tenunan tangan bertema benang merah, simbol persatuan dan keberlanjutan tradisi.

Baca Juga :  Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

Setiap kelompok berjalan dengan bangga, memamerkan keahlian mereka dalam menenun serta kreativitas dalam desain busana. Pengunjung terpukau dengan keindahan dan kerumitan motif yang terinspirasi dari alam dan kehidupan sehari-hari masyarakat Pringgasela.

Selain karnaval tenun, rangkaian acara Alunan Budaya Desa Pringgasela ke-8 juga meliputi pawai budaya, senam dan jalan sehat, bazar makanan tradisional, hiburan rakyat, pertunjukan komunitas, musik Burdah, Tablig Akbar, permainan tradisional, pesta kuliner, dan konser musik penutup pada 20 Juli.

Acara ini menjadi ajang pelestarian budaya dan sarana untuk meningkatkan perekonomian lokal dengan memperkenalkan produk tenun Pringgasela kepada pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Gema Alam NTB dan WRI Indonesia Libatkan Perempuan Desa Awasi Kawasan Hijau

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Fadjar Hutomo, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada warga desa yang berpartisipasi aktif dalam menyukseskan acara ini.

Acara Alunan Budaya Desa Pringgasela diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang dinantikan dan mampu memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Pringgasela siap melangkah ke masa depan tanpa melupakan akar budayanya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Pj. Bupati Lombok Timur H. M. Juaini Taofik, perwakilan Kementerian Koperasi dan UMKM, Kadis Pariwisata Provinsi NTB Jamaluddin, Ketua TP PKK Lotim Hj. Nurhidayati, jajaran Forkopimda, dan Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. ***

Berita Terkait

Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani
Wilayah Wisata Sembalun Diakui UNESCO, tapi Sembalun Bumbung Kurang Diperhatikan Pemerintah
Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur
Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi
Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa
Awik-Awik Baru untuk Pendaki Rinjani: Wajib Ikut Ritual Adat Sembeq Buraq? Ini Penjelasan TNGR
JAMNAS V BPAN Mengumpulkan Pemuda Adat Se-Nusantara di Desa Perigi: Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Masyarakat Adat
Ratusan Pemuda Adat Nusantara dari Berbagai Wilayah Melebur dalam Sakralnya Tradisi Tetulaq Desa di Desa Perigi

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:28 WITA

Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:32 WITA

Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:02 WITA

Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:31 WITA

Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem

Selasa, 24 Maret 2026 - 23:44 WITA

Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:30 WITA

Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru

Berita Terbaru

Peneliti Lombok Research Center (LRC),
Dr. Maharani. (Foto: Istimewa)

Lingkungan

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:01 WITA