HIMALO Akan Perkenalkan Tradisi Adat Sasak di TMII

Sabtu, 12 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pasangan pengantin asal Jerman nyongkolan Adat Sasak Lombok. (Foto: Lombokini.com).

Pasangan pengantin asal Jerman nyongkolan Adat Sasak Lombok. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO) bersama organisasi Sasak akan memperkenalkan tradisi adat Sasak dalam acara halal bihalal di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada 27 April 2025.

Ketua Umum HIMALO, H. Karman, menyatakan bahwa acara ini menjadi bagian dari silaturahmi warga Lombok di perantauan.

“Ini acara tahunan setelah Lebaran. Tujuannya untuk mempererat kebersamaan warga Lombok di rantau,” ujar Karman dalam keterangan resminya, Sabtu, 12 April 2025.

Baca Juga :  Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

Selain silaturahmi, HIMALO juga akan mempromosikan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB). Karman menegaskan bahwa organisasinya rutin menggelar acara untuk mengenalkan potensi Lombok.

“Kami sering mengadakan event untuk menyosialisasikan pariwisata Lombok. Kali ini, kami juga akan mempromosikan budayanya,” jelasnya.

Pada halal bihalal tahun ini, HIMALO akan fokus memperkenalkan tradisi pernikahan adat Sasak.

“Kebetulan ada warga Lombok yang menikah, jadi kami sekalian menggelar begawe (pesta). Peserta yang hadir akan mengenakan pakaian adat Sasak,” terang Karman.

Baca Juga :  Gema Akhmad Muzakir Bersilaturahmi dengan SBY dan Petinggi Demokrat

Dia mengungkapkan, sekitar seribu peserta akan hadir dengan pakaian adat Sasak agar publik lebih mengenal budaya Lombok, khususnya tradisi pernikahan.

Untuk mendukung acara ini, HIMALO akan berkolaborasi dengan berbagai organisasi Sasak di Jabodetabek, seperti Garda Sasak Indonesia, Laskar Sasak, dan Masyarakat Adat Sasak, serta pemerintah provinsi.

“Masyarakat Indonesia perlu mengenal pariwisata dan budaya Sasak Lombok. Semoga acara berjalan lancar,” tutup Karman.***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru Lauq Indonesia dan Repoq Literasi Luncurkan Program Belajar Aksara Sasak
Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong
Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:57 WITA

Guru Lauq Indonesia dan Repoq Literasi Luncurkan Program Belajar Aksara Sasak

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:31 WITA

Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:23 WITA

Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WITA

Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA