Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gumpalan busa putih yang memenuhi permukaan air laut di Pantai Sambik Elen, Lombok Utara, akibat aliran dari pipa pembuangan tambak udang. (Dok. Tangkapan Layar)

Gumpalan busa putih yang memenuhi permukaan air laut di Pantai Sambik Elen, Lombok Utara, akibat aliran dari pipa pembuangan tambak udang. (Dok. Tangkapan Layar)

LOMBOKINI.com – Sebuah video yang memperlihatkan pembuangan air berbusa dari tambak udang di Pantai Sambik Elen, Kecamatan Bayan, viral di media sosial dan memicu protes keras dari nelayan setempat.

Akun Facebook Putra Sordayi mengunggah rekaman berdurasi 29 detik pada 13 Agustus 2026. Video itu memperlihatkan pipa yang mengeluarkan air putih pekat berbusa hingga menutupi sebagian besar area pantai.

Dalam rekaman tersebut, seorang pria dengan lantang menyuarakan kekesalan warga nelayan. Ia meminta perangkat desa agar segera menindak pengelola tambak.

“Tolong Pak Kades Sambik Elen, suruh tambak udang di sebelah timur itu jangan pipanya kasi mancur kayak gini. Kami yang nelayan susah cari ikan ini, jaring kami gak bisa turun, tolong pak ya,” ucap pria dalam video itu dengan nada mendesak.

Baca Juga :  Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih
Video Busa Tambak Udang di Lombok Utara Viral, Nelayan Mengeluh dan DKP NTB Ambil Sampel Air
Gumpalan busa putih yang memenuhi permukaan air laut di Pantai Sambik Elen, Lombok Utara, akibat aliran dari pipa pembuangan tambak udang. (Dok. Tangkapan Layar)

Kepala Desa Sambik Elen, Muhammad Katur, langsung meminta klarifikasi dari pihak perusahaan. Pengelola tambak mengakui adanya kekurangan pada pipa dan berjanji menyelesaikan masalah tersebut.

“Secara tanggung jawab moral, Desa Sambik Elen merespons setiap pengaduan masyarakat,” ujar Katur.

Namun, ia menyebut belum ada laporan warga yang mengalami sakit atau mencium bau menyengat karena lokasi perusahaan berada jauh dari pemukiman penduduk.

Sementara itu, Polres Lombok Utara melakukan pendalaman untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Muslim, langsung meninjau lokasi setelah video menyebar luas. Muslim menjelaskan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tambak sebenarnya berjalan normal. Busa muncul akibat pekerja membuka pipa untuk perbaikan dalam rangka pengurusan sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Baca Juga :  Merawat Ruang Hidup di Hari Kemerdekaan: Komunitas Adat Batu Rentek Mengajak Warga Aikmel untuk Sadar Ekologis

“Para pekerja tidak sengaja membuka pipa, sehingga air menghantam bebatuan dan menimbulkan busa,” jelas Muslim.

Ia menegaskan bahwa peristiwa itu merupakan kecelakaan kerja dan memastikan busa hilang dalam hitungan jam. Namun demikian, Pemprov NTB tetap mengambil sampel air laut berbuih untuk diuji di laboratorium.

Muslim menegaskan bahwa sanksi tegas hingga jalur hukum akan ditempuh jika terbukti mengandung pencemaran berbahaya.

“Hasil lab sedang diproses dan mudah-mudahan beberapa hari lagi keluar,” tuturnya.

Lebih lanjut, tim pengawas pusat memeriksa dokumen perizinan dan menyatakan semua izin lengkap. Muslim berharap bisnis tambak tidak mengorbankan ekosistem laut.

“Kami akan melakukan langkah proaktif terhadap seluruh tambak di NTB yang membuang limbah ke laut, sekaligus melakukan uji petik,” pungkasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Sumber Berita: Akun Facebook Putra Sordayi (Def Deq)

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

333 Siswa Alami Dugaan Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang ke Rumah, BGN Hentikan SPPG
Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang
Gema Alam NTB dan WRI Indonesia Libatkan Perempuan Desa Awasi Kawasan Hijau
Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia
Kunjungan Putri Mahkota Swedia, Gubernur NTB Manfaatkan untuk Promosikan Kehidupan Masyarakat ke Dunia
Merawat Ruang Hidup di Hari Kemerdekaan: Komunitas Adat Batu Rentek Mengajak Warga Aikmel untuk Sadar Ekologis
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Alami Dugaan Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang ke Rumah, BGN Hentikan SPPG

Selasa, 1 September 2026 - 22:01 WITA

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 September 2026 - 20:20 WITA

Gema Alam NTB dan WRI Indonesia Libatkan Perempuan Desa Awasi Kawasan Hijau

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:34 WITA

Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia

Jumat, 28 Agustus 2026 - 01:15 WITA

Kunjungan Putri Mahkota Swedia, Gubernur NTB Manfaatkan untuk Promosikan Kehidupan Masyarakat ke Dunia

Berita Terbaru

Anggota DPRD Lombok Timur YS Diduga Pamer Miras di Media Sosial, Perindo Beri Teguran Keras. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar)

Gaya Hidup

Perindo Tegur Keras Anggota DPRD Lotim YS Usai Story Botol Miras

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:31 WITA

Anggota DPRD Lombok Timur dari PAN, Ir. Baidullah. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:38 WITA