Hasil Investigasi Tegaskan Tidak Ada Santri Keracunan MBG di Bagik Papan

Rabu, 15 Oktober 2025 - 12:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis Provinsi NTB, Ahsanul Khalik. (Foto: Lombokini.com).

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis Provinsi NTB, Ahsanul Khalik. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membantah tegas isu puluhan santri di Pondok Pesantren Baitul Rahman, Lombok Timur, yang mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG.

Berdasarkan investigasi lapangan, Ketua Satgas MBG NTB, Ahsanul Khalik, menyatakan bahwa narasi keracunan justru berasal dari seorang oknum guru. “Oknum ini diduga memiliki motivasi pribadi untuk menolak layanan MBG dari dapur Yayasan Darul Ulum Sibawaih dan ingin memindahkannya ke dapur lain,” tegas Ahsanul Khalik di Mataram, Rabu 15 Oktober 2025.

Ahsanul menjelaskan, timnya telah melakukan verifikasi langsung bersama Kepala Regional Badan Pangan Nasional (BGN) NTB, tim pengawas, dan Polsek Pringgabaya. Mereka tidak menemukan satu pun kasus keracunan makanan MBG. Pemeriksaan lanjutan ke Puskesmas Batuyang dan RSUD Selong juga tidak menemukan santri atau guru yang dirawat akibat keracunan.

Baca Juga :  Ratusan Warga Lombok Timur Bongkar Jalan Provinsi, Saluran Irigasi Tersumbat Picu Amarah

“Tidak ada laporan medis resmi yang menyebutkan tanda-tanda keracunan. Hasil pemeriksaan terhadap tiga santri yang sempat dibawa ke puskesmas juga negatif dari indikasi keracunan makanan,” jelasnya.

Menanggapi insiden ini, Yayasan Baiturrahman telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada pengelola dapur MBG. Yayasan juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan MBG di lembaganya berjalan normal dan tidak ada santri yang mengalami gangguan kesehatan.

Baca Juga :  Target Rasio Gini NTB 2029 Tercapai Lebih Cepat pada 2025

Sebagai langkah penanganan, Satgas MBG Provinsi NTB bersama BGN Regional NTB telah menurunkan tim pengawasan ke lokasi. Mereka juga melakukan klarifikasi kepada yayasan, pengelola dapur (SPPG), dan kepolisian, serta meminta pemberian peringatan keras terhadap oknum guru tersebut.

Tim tersebut juga mewawancarai sejumlah santri penerima manfaat dan akan memonitor dapur serta penerima manfaat secara berkala untuk menjaga standar keamanan pangan.

“Program MBG adalah program nasional yang menjunjung tinggi keamanan pangan. Kami berkomitmen memastikan setiap piring makanan untuk anak-anak dan santri aman, sehat, dan bergizi,” pungkas Ahsanul. ***

Editor : Najamudin Annaji

Berita Terkait

LSM dan Mahasiswa NTB Bakal Gelar Unjuk Rasa Desak Pengusutan Dugaan Mark Up Anggaran MBG
Target Rasio Gini NTB 2029 Tercapai Lebih Cepat pada 2025
Tim Saber Bapanas Temukan Cabai Rawit dan Minyakita Masih Dijual di Atas HET di Lombok Timur
Imigrasi Lombok Timur Deportasi dan Cekal WNA Selandia Baru Pembuat Onar di Gili Trawangan
BMKG Minta Masyarakat NTB Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
Kapolda NTB Resmikan Gedung BPKB Polres Lombok Timur, Tekankan Pelayanan Prima
Usut Korupsi DAK 2023, Jaksa Panggil Mantan Kadisbud NTB
Kajari Lotim Lantik Ida Ayu Putu Camundi Dewi sebagai Kasi Pidum Baru

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:15 WITA

Hadiri HADI ke-73 NW, Menhut Raja Juli: Tokoh Bangsa Lahir dari Pesantren

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:36 WITA

Hearing Bersama Komisi III DPRD, Pelaku Koperasi Lombok Timur Sampaikan Aspirasi

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:43 WITA

Perampok Aniaya Dua Warga Jerowaru saat Gagal Curi Kerbau

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:25 WITA

Pengamat: Tingkat Kemiskinan Lombok Timur Capai Target, tapi Kemiskinan Ekstrem Tak Masuk RPJMD

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:19 WITA

Pemkab Lombok Timur Siapkan Rp 30 Miliar untuk Sembako Ramadan 1447 H, Target 198 Ribu Penerima

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:41 WITA

Inflasi Ramadan 1447 H: Pengamat Minta Eliminasi ‘Mutant Statistics’

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:58 WITA

S Bantah Gelapkan Rp 1,05 Miliar Dana Pembangunan Dapur MBG di Selong, Lombok Timur

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:21 WITA

Warga Duga Korupsi Menu MBG di Lombok Timur, Nilai Jeblok Rp 3000 per Siswa

Berita Terbaru