Caleg Milenial Ini Gagas Ruang Publik Berkualitas untuk Anak-anak Muda

Jumat, 20 Oktober 2023 - 14:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caleg Milenial dari PDI Perjuangan Maulana Rizki Nov Gagas Ruang Publik Berkualitas untuk Anak-anak Muda di Kota Mataram . (Foto: Istimewa/Lombokini.com)

Caleg Milenial dari PDI Perjuangan Maulana Rizki Nov Gagas Ruang Publik Berkualitas untuk Anak-anak Muda di Kota Mataram . (Foto: Istimewa/Lombokini.com)

LOMBOKINI.com – Politisi Milenial PDI Perjuangan, Maulana Rizki Nov, kembali menjadi buah bibir. Kali ini, alumnus Universitas Trisakti, Jakarta, itu hadir dengan gagasan cemerlang tentang hadirnya ruang publik tempat tongkrongan kekinian bagi anak-anak muda Kota Mataram, namun tidak membuat kantong bolong.

“Ruang publik ini adalah investasi untuk masa depan anak muda. Ini bukan hanya menjadi tempat nongkrong modern dan kekinian anak-anak muda dan generasi milenial seperti kami, tetapi juga menjadi pusat perkembangan sosial dan kreativitas,” kata Rizki, melalui keterangan tertulis, Jumat 20 Oktober 2023.

Calon Anggota DPRD NTB dari Daerah Pemilihan Kota Mataram ini mengemukakan, PDI Perjuangan akan berada di garis depan untuk mewujudkan ruang publik untuk anak-anak muda tersebut. Dia menekankan, sebagai kota yang sedang dan akan terus tumbuh, Kota Mataram mutlak menghadirkan ruang publik tersebut sebagai tempat yang nyaman, seimbang, dan berkelanjutan. Bukan hanya bagi anak-anak muda, tetapi juga untuk masyarakat secara keseluruhan.

Menurut Rizki, investasi dalam pembangunan dan pemeliharaan ruang publik adalah investasi dalam kualitas hidup dan masa depan kota. Sebab, hal tersebut tidak hanya berdampak positif pada kehidupan sehari-hari warga kota, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan kota yang berkelanjutan dan inklusif.

Saat ini kata Rizki, Ibu Kota Provinsi NTB ini memang sudah memiliki tempat berkumpul bagi anak-anak muda. Banyak di antaranya sudah dilengkapi fasilitas memadai dan benar-benar merupakan tempat nongkrong yang cozy.

Hanya saja, kata dia tempat-tempat tersebut banyak yang lahir dari investasi swasta, yang pada akhirnya untuk dapat menikmatinya, anak-anak muda Kota Mataram harus merogoh kocek yang dalam, sehingga tidak mereka dapat menikmati dan mengaksesnya.

Itulah yang mendasari gagasan Rizki tentang pentingnya ruang publik modern dan kekinian yang dihadirkan oleh pemerintah. Dengan begitu, ruang publik tersebut menjadi tempat nongkrong yang aman dan terjangkau, yang pada akhirnya menjadi jalan menuju inklusi sosial dan memastikan bahwa semua anak muda memiliki akses ke tempat-tempat berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi.

Baca Juga :  Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

”Tempat nongkrong yang ramah bagi anak muda ini akan menjadi cermin dari komitmen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan, kreativitas, dan partisipasi generasi muda,” tandas putra politisi senior PDIP H Ruslan Turmuzi ini.

Dengan hadirnya ruang publik yang disediakan oleh pemerintah dan terjangkau tersebut, Rizki menegaskan, anak-anak muda Kota Mataram akan memiliki alternatif tempat nongkrong yang aman dan terstruktur. Hal yang disebut Rizki, akan membantu mencegah anak-anak muda terlibat dalam aktivitas yang mungkin berbahaya atau merugikan kesehatan mereka, sebuah hal yang akan membuat orang-orang tua tak perlu memelihara dan memendam rasa khawatir.

Selain itu, kata Sarjana Hukum Bisnis ini, ruang publik yang nyaman dan ramah anak muda, dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Sebab, anak-anak muda Kota Mataram akan memiliki tempat untuk bersosialisasi, mengembangkan hobi, atau menikmati waktu luang tanpa harus menghabiskan uang secara berlebihan.

Punya Modal Awal

Sebagai putra NTB yang pernah dan memiliki kesempatan menjajaki dan mengakses ruang publik di banyak kota besar, Rizki menegaskan, dalam mewujudkan ruang publik berkualitas bagi anak-anak muda tersebut, Kota Mataram sesungguhnya sudah memiliki modal. Cikal bakal ruang publik tersebut saat ini sudah ada. Hanya tinggal butuh penataan, sentuhan, dan pengelolaan, sehingga siap menjadi tempat anak muda untuk berkumpul, belajar, dan tumbuh tanpa menguras kantong mereka.

Penataan yang dimaksud Rizki, misalnya melengkapi ruang publik tersebut dengan fasilitas untuk seni, budaya, atau olahraga. Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut akan dapat membantu anak-anak muda mengembangkan bakat dan minat mereka tanpa perlu mengeluarkan banyak uang. Hal yang akan dapat membantu menciptakan peluang karir dan pengembangan mereka menjadi pribadi yang positif.

Baca Juga :  Pilkada 2029, Generasi Muda Ditunggu, Elite Lama Diminta Legowo

Ruang publik tersebut juga kata Rizki, dapat dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung bisnis lokal dan kewirausahaan, sehingga dapat menciptakan peluang ekonomi bagi anak-anak muda. Contoh fasilitas seperti ini bisa berupa ruang kerja bersama yang dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran di kalangan generasi muda.

Di banyak tempat kata Rizki, ruang publik juga dapat disulap untuk menjadi tempat yang mendorong pembelajaran dan pertumbuhan. Untuk ruang publik seperti ini, bisa dilengkapi dengan fasilitas yang menyediakan akses ke buku, teknologi, dan sumber daya pendidikan sehingga dapat mendorong pertumbuhan intelektual anak-anak muda.

”Ruang publik seperti ini akan membantu menciptakan generasi muda yang lebih terdidik dan berwawasan,” ucap Rizki.

Pendek kata, Rizki mengemukakan, sebuah ruang publik yang dikelola dengan baik, dapat mempromosikan partisipasi sosial di kalangan anak muda Kota Mataram. Mereka dapat terlibat dalam kegiatan bersama seperti pertemuan komunitas, aktivitas seni, atau acara kota. Sebuah hal yang akan sangat membantu membangun kohesi sosial dan rasa kepemilikan terhadap lingkungan.

Di sisi lain, ruang publik yang terjangkau juga akan dapat membantu dan mencegah pengeluaran berlebihan. Anak-anak muda Kota Mataram dapat menikmati waktu berkualitas tanpa perlu mengeluarkan banyak uang, sehingga membantu mereka mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak. Pada saat yang sama, ketersediaan ruang publik yang positif, dapat membantu pemerintah mengurangi perilaku merugikan seperti konsumsi alkohol atau narkoba di tempat-tempat yang tidak aman. Sehingga dapat mengurangi biaya perawatan kesehatan dan permasalahan sosial pada saat bersamaan.

”Yang paling penting ruang publik yang inklusif dan terjangkau dapat membantu mengurangi ketidaksetaraan sosial. Semua lapisan masyarakat memiliki akses yang sama ke tempat-tempat tersebut, sehingga tidak ada yang merasa terpinggirkan,” tutup Rizki. ***

Berita Terkait

Pilkada 2029, Generasi Muda Ditunggu, Elite Lama Diminta Legowo
Musancab PDIP Kota Mataram Dibuka, Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD
Dasco Ajak Seluruh Kader Gerindra Fokus Kawal Program Pemerintah Prabowo di HUT ke-18
Aktivis Lotim Suarakan Mosi Tidak Percaya terhadap Pemerintahan Iron-Edwin
DPC PDIP Lombok Timur Rayakan HUT ke-79 Megawati, Resmikan Musholla untuk Rakyat
Kursi Kosong Mendominasi Rapat Paripurna DPRD Lombok Timur
Ketua DPRD Lombok Timur Desak Pemkab Segera Tuntaskan Konflik dan Penyegelan di Sejumlah Desa
Pimpin PAN Lombok Timur, Edwin Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:30 WITA

Pemprov NTB Tegaskan Pengiriman Ternak ke Jabodetabek Lebih Tertata

Senin, 13 April 2026 - 17:27 WITA

Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Kamis, 9 April 2026 - 21:06 WITA

Nursalim Sebut Ada Perintah ‘Gubernur Iqbal’ di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB

Kamis, 9 April 2026 - 20:35 WITA

Asosiasi UMKM NTB Protes Keras BGN Hentikan Menu Kering MBG

Kamis, 9 April 2026 - 18:07 WITA

Iqbal Lantik Abul Chair sebagai Sekda NTB dan 13 Pejabat Eselon II

Kamis, 9 April 2026 - 16:35 WITA

143 Kades Habis Masa Jabatan, Pemkab Lombok Timur Konsultasikan Pilkades ke Pusat

Rabu, 8 April 2026 - 18:44 WITA

Dukung Perpres Lahan Sawah, Didu: Jangan Sampai Tersandung Data Bermasalah

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur mendampingi Bupati Haerul Warisin dalam agenda hearing dengan Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) di Ruang Rapat Bupati, Senin 13 April 2026.
(Foto: Lombokini.com).

Lombok Timur

Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Senin, 13 Apr 2026 - 17:27 WITA