LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin (Haji Iron), menegaskan komitmennya untuk mencapai target dividen PDAM sebesar Rp 3 miliar pada 2025.
Selain itu, ia menyatakan keyakinannya bahwa realisasi dividen bahkan bisa melebihi wacana awal Rp 2,5 miliar.
Dalam Rapat Pertanggungjawaban Direksi PDAM di kantor PDAM setempat, pada Senin 23 Juni 2025, Bupati Iron mengungkapkan bahwa PDAM masih menghadapi tantangan besar, khususnya dalam penagihan piutang.
Berdasarkan data terakhir, terdapat 28.036 pelanggan aktif dengan piutang tak tertagih mencapai Rp 10 miliar per Desember 2024.
Ironisnya, banyak pelanggan, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum, masih menunggak pembayaran.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah memberikan kelonggaran waktu hingga Maret 2025 bagi pelanggan ASN. Sementara itu, untuk pelanggan umum, pemerintah masih mempertimbangkan penghapusan sebagian tagihan.
“Kami mengapresiasi pencapaian penagihan 50% piutang, tetapi tetap akan mempertimbangkan keringanan bagi masyarakat,” jelasnya.
Selanjutnya, dividen Rp 3 miliar tersebut akan dialokasikan untuk peremajaan infrastruktur, seperti peningkatan debit air dan perbaikan pipa rusak.
Di samping itu, pemerintah telah membeli lahan baru dengan sumber mata air dan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna menangani kebocoran pipa distribusi.
“Kami harus mempercepat revitalisasi PDAM demi pelayanan yang lebih baik,” tegas Bupati Iron. ***
Penulis : Najamudin Anaji







