LOMBOKINI.com – Bank Indonesia (BI) terus mendorong percepatan sistem pembayaran digital melalui sosialisasi intensif Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Langkah ini memperkuat komitmen BI dalam memulihkan ekonomi pascapandemi.
Asisten Direktur Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Ignatius Adhi Nugroho, secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus menggelar sosialisasi Digital Payment QRIS, Keuangan Inklusi, dan Perlindungan Konsumen untuk UMKM. Kegiatan berlangsung di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Pancor Trade Center, Rabu 14 Mei 2025.
Ignatius menekankan kolaborasi strategis antara BI NTB dan Asosiasi Pelaku Industri Kecil Menengah (APIKM) dalam membangun ekosistem pembayaran digital. “Kami menciptakan solusi transaksi modern bagi UMKM Lombok Timur,” jelasnya.
Ketua APIKM Lotim Zia Zannitah Pawana menyambut positif inisiatif ini. “Kami siap mendukung penuh kampanye QRIS untuk transaksi non-tunai,” tegasnya. APIKM sebelumnya telah menggandeng Bank NTB pada 2023 untuk program serupa.
Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UMKM Hirsan, S. AP mengapresiasi terobosan ini. “QRIS memangkas risiko uang palsu sekaligus memudahkan pengelolaan keuangan digital UMKM,” ujarnya. Sebanyak 50 pelaku UMKM CFD Taman Rinjani Selong turut serta menyukseskan acara ini.
“Era digital menuntut kita beradaptasi,” pungkas Hirsan menutup diskusi.***







