Jelang Pemilu 2024, Gus Yahya: Warga NU Bukan Seperti ‘Kerbau’ yang Gampang Dicucuk Hidungnya

Sabtu, 2 September 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf. (Istimewa)

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf. (Istimewa)

LOMBOKINI.com – Menjelang pemilihan umum atau Pemilu 2024, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, dengan tegas menegaskan bahwa warga NU bukanlah komoditas yang mudah digiring bagaikan kerbau dalam asuhan induknya.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu 2 September 2023, dilansir dari nu.or.id.

Gus Yahya mengkritik anggapan yang menghina terhadap warga NU, yang sering dianggap sebagai “kerbau” yang hanya patuh mengikuti arahan tanpa berpikir sendiri.

“Sekarang mindset orang itu masih banyak warga NU ini menganggap kerbau-kerbau yang disuruh ibunya ke sana ke mari gampang itu. Dan itu anggapan yang menghina sekali kepada warga NU,” tegas Gus Yahya.

Dia memaparkan survei Alvara mencatat bahwa 59,2 persen warga mengaku terafiliasi dengan NU. Gus Yahya yakin bahwa warga NU telah teredukasi dengan baik dan memiliki pengetahuan yang memadai untuk menentukan pilihan politik mereka.

Baca Juga :  Rachmat Pastikan PDI Perjuangan Berhentikan Musyafirin dari Keanggotaan

Menurut Gus Yahya, warga NU adalah warga yang cerdas dan telah terdidik dengan baik. Mereka mampu memahami kebutuhan mereka, membedakan apa yang layak dan tidak, serta mampu menentukan pilihan politik yang sesuai dengan keyakinan mereka.

“Warga NU ini warga yang sudah cerdas, sudah terdidik semua, mereka tahu apa yang mereka butuhkan, apa yang layak apa yang tidak, mereka bisa milih orang,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah itu.

Sikap resmi PBNU, sambungnya, yang telah disepakati dalam Muktamar NU adalah tidak memihak dalam kontestasi politik.

Karena itu Gus Yahya, menekankan bahwa PBNU tidak ingin warga NU dianggap sebagai komoditas yang harus diarahkan atau “dicucuk hidungnya”. Sebaliknya, mereka mendorong warga NU untuk menggunakan hak pilih mereka secara bertanggung jawab.

Baca Juga :  Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Dalam hal klaim dukungan dari para ulama di Jawa Timur terhadap pencalonan presiden dan wakil presiden, Gus Yahya menegaskan bahwa tidak ada calon yang diusung oleh NU secara resmi.

Dia menekankan bahwa setiap calon harus berdiri atas nama kredibilitas dan track record pribadi mereka, dan bahwa PBNU tidak terlibat dalam urusan politik terkait calon presiden.

“Sudah saya sebutkan berulang kali, saya tegaskan sekali lagi di sini, tidak ada calon atas nama NU. Saya ulangi ya, tidak ada calon atas nama NU. Jadi, kalau ada calon, itu atas nama kredibilitasnya sendiri, track-record-nya sendiri dan seterusnya,” tegas Gus Yahya.

Dengan pernyataan tegasnya ini, Gus Yahya mengklarifikasi posisi PBNU dalam konteks pemilu 2024 dan menggarisbawahi kemandirian serta kewaspadaan warga NU dalam menentukan pilihan politik mereka sendiri. ***

Penulis : Ong

Sumber Berita: nu.or.id

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi
Gema Akhmad Muzakir Bersilaturahmi dengan SBY dan Petinggi Demokrat
Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA
Mahfud MD: Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah secara Hukum Administrasi
Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
Kapolri Suyudi Janji Dekatkan Polri dengan Masyarakat
Presiden Prabowo Melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:17 WITA

PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:14 WITA

Gema Akhmad Muzakir Bersilaturahmi dengan SBY dan Petinggi Demokrat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:02 WITA

Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:42 WITA

Mahfud MD: Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah secara Hukum Administrasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:32 WITA

Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA