LOMBOKINI.com – Ribuan warga Lombok Timur dari 21 kecamatan memadati Mapolres Lombok Timur, Kamis 6 Aguatus 2026, dan menuntut pengusutan tuntas kasus ujaran kebencian terhadap Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin.
Massa mulai bergerak long march dari Taman Rinjani, Kota Selong, menuju Mapolres Lotim sekitar pukul 09.00 Wita. Kelompok yang menamai diri Sahabat Anti Hoax itu membawa sejumlah poster dan spanduk berisi tuntutan.
Koordinator aksi, Subhan, meminta Kapolres Lombok Timur segera menangkap pemilik akun Facebook “Ika We Lah” yang diduga menyebarkan ujaran kebencian terhadap Bupati Haerul Warisin.
“Kami desak aparat kepolisian bertindak cepat. Jangan biarkan pelaku kebencian ini terus berkeliaran,” tegas Subhan di hadapan aparat yang mengawal jalannya aksi.
Sementara itu, perwakilan masyarakat Pringgabaya, Wiranata, menyayangkan lambannya penanganan kasus tersebut.
Menurut dia, pihaknya sudah melapor sejak satu bulan lalu, tetapi hingga kini kepolisian belum menindaklanjuti laporan itu.
“Kami sudah melapor, tapi tidak ada perkembangan berarti. Inilah yang memicu kami turun ke jalan,” ujar Wiranata dengan nada kecewa.
Para pengunjuk rasa juga menolak narasi yang mereka nilai memicu perpecahan. Mereka meminta aparat menangani persoalan itu sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Di sela orasi, mereka menyerukan seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif dan tidak menyebarkan pernyataan berpotensi menimbulkan konflik.
Sepanjang aksi, aparat kepolisian mengawal ketat jalannya unjuk rasa tersebut.
Kehadiran warga dalam jumlah besar menunjukkan isu ini mendapat perhatian serius dari masyarakat Lombok Timur.***
Penulis : Najamudin Anaji







