LOMBOKINI.com – Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online (Ojol) Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, membantah keras bahwa pengemudi berjaket ojol yang bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan bagian dari organisasinya.
Igun menegaskan tidak mengenali dan tidak mengkoordinir kehadiran mereka. Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa pertemuan pada Ahad (31/8) itu berpotensi menimbulkan disinformasi publik.
“Mereka tidak pernah ada di lokasi (saat insiden Affan). Ini adalah sebuah rekayasa untuk memanfaatkan tragedi,” tegasnya di Jakarta, Senin 1 September 2025.
Ia menuding langkah Sekretariat Wapres ceroboh karena tidak berkoordinasi dengan asosiasi resmi. Sebelumnya, sebuah video dari akun resmi Setwapres memperlihatkan sejumlah pengemudi ojol sedang berdialog dengan Gibran. Mereka mengaku senang bisa menyampaikan keresahan dan mengklaim menemukan frekuensi yang sama dengan Wapres.
Dalam pertemuan itu, Gibran berjanji akan mengawal proses hukum terkait tewasnya Affan Kurniawan. Namun, Igun menilai pertemuan tersebut justru mencoreng fakta dan menimbulkan kekecewaan. Ia menegaskan bahwa Garda Indonesia siap berdialog dengan syarat hanya melibatkan asosiasi resmi.
Sementara itu, gelombang aksi nasional yang dipicu tragedi Affan Kurniawan dan tuntutan tunjangan DPR masih berlanjut dengan bentrokan terjadi di beberapa kota. ***
Penulis : Tamrin
Editor : Najamudin Anaji







