Dari Daerah Terpencil, Bung Syam Buktikan Mimpi Hingga Ke Kancah Nasional

Senin, 21 Juli 2025 - 08:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Daerah Terpencil, Bung Syam Buktikan Mimpi ke Panggung Nasional. (Foto: Lombokini.com).

Dari Daerah Terpencil, Bung Syam Buktikan Mimpi ke Panggung Nasional. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Syamsuddin bin Sataruddin membuktikan tekadnya mengubah nasib dari keterbatasan. Pria kelahiran Dusun Ujung, Jerowaru, Lombok Timur, 22 Maret 1982 ini kini menjabat sebagai Executive Associate di BUMN PT Sucofindo berdasarkan Surat Tugas Juli 2025. Masyarakat mengenal sosoknya lewat senyum khasnya.

Sebelum berkarier di BUMN, Syamsuddin merintis PT Gada Tunggal Perkasa (GTP). Perusahaan outsourcing ini menyediakan jasa security, driver, dan cleaning service serta mempekerjakan 374 orang.

Meski pernah gagal dalam pemilihan legislatif, Bung Syam tak surut langkah. Ia mendirikan Sasak Integrity Watch (SIW) untuk mengawal kebijakan antikorupsi dan membuka BS Law Firm sebagai ruang bagi advokat muda berintegritas.

Baca Juga :  KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Tak berhenti di tingkat nasional, Bung Syem meluaskan pengaruhnya ke kancah global. Ia bergabung dalam International Association of Democratic Lawyers (IADL) dan Office of Legal Affairs PBB, sekaligus memegang jabatan Branch Ambassador for Asia and Pacific.

Di ranah sosial, bersama Guru Hayan Waraq, ia mendirikan Yayasan Pondok Pesantren Darul Masmirah untuk mencerdaskan generasi muda. Ia juga menginisiasi Majelis Taklim Milenial agar pemuda mendekat pada nilai spiritual.

Baru-baru ini, Bung Syam bersama rekannya Tang dan Aliong meluncurkan startup teknologi PT Tatang Ali Sham (TAS X). Bung Syam bersyukur karena PT TAS X berhasil mengantongi nota kesepahaman (MoU) dengan Korea Selatan dan Malaysia

Baca Juga :  TGB Tegaskan Pemerintah Harus Jadi Fasilitator, Bukan Pesaing Rakyat

“Alhamdulillah perusahaan ini mendapatkan MoU dengan Korea Selatan dan Malaysia di bidang pariwisata,” ucapnya kepada Lombokini.com, Ahad, 20 Juli 2025 .

Perusahaan berbasis teknologi, actuating, dan sustainability ini telah menandatangani kerja sama investasi pariwisata dan ketahanan pangan.

Masyarakat menyematkan citra familier, visioner, ramah, dan bersahaja pada Bung Syem.

Ia menjunjung tinggi prinsip hidup sederhana, komitmen, kejujuran, dan antipenumpukan kekayaan.

Dari dusun terpencil Lombok Timur, Syamsuddin membuktikan: tekad tanpa batas mampu menembus panggung global. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Dr. Gema: Advokat Litigasi, Kurator, dan Ketua DPC Peradi Selong yang Mengutamakan Dedikasi Sosial
Dari Kaset Tua ke Layar Kaca: Kenangan Saya pada Dalang Lalu Nasib
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang RI Utama untuk Jenderal Hoegeng, Teladan Polisi Berintegritas
Petani Klaster Cabai Lombok Timur Jadi Rujukan Nasional Kendalikan Inflasi
Keraton Surakarta Anugerahi Teguh Satya Bhakti Gelar Kanjeng Raden Aryo Atas Dedikasi Penegakan Hukum
Bupati Iron Makan Nasi Bungkus Bareng Wartawan, Jaga Kedekatan dengan Media
Bocah Lombok Ini Raih 4 Medali Matematika Dunia dalam Sebulan
Kesadaran Waktu dalam Kepemimpinan: Pelajaran dari Mantan Bupati Ali BD tentang Efektivitas Masa Jabatan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:32 WITA

Lombok Barat Dikutuk Guru Dane

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:11 WITA

Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:12 WITA

Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:48 WITA

ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:33 WITA

Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 

Berita Terbaru