LOMBOKINI.com – Pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2025-2030 pada minggu pertama Agustus 2025 memunculkan tiga nama kuat, H. Muludin atau Tuan Emet, H. Abdus Syukur dan Nasruddin Zein. Panitia Pemilu menjadwalkan pemilihan tersebut awal Agustus mendatang.
Ketua Panitia Konferensi Provinsi (Konferprov), H. Abdus Syukur, membenarkan beberapa calon telah mengambil formulir pendaftaran. Namun, baik dirinya maupun petahana Nasruddin Zein belum mengembalikan formulir untuk diverifikasi panitia.
“Kami sudah menyerahkan formulir ke calon. Kami berharap mereka segera mengembalikannya sebelum batas waktu agar proses verifikasi berjalan lancar,” ujar Abdus Syukur di Mataram, Jumat 11 Juli 2025.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Lombok Timur, H. Muludin, secara terbuka menyatakan kesiapannya bertarung. Ia menegaskan telah menyerahkan formulir pendaftaran ke panitia.
“Saya sudah mendaftar secara resmi. Ini bentuk keseriusan saya membawa perubahan di tubuh PWI NTB,” tegas Muludin yang akrab disapa Tuan Emet.
Muludin menyoroti stagnasi organisasi selama bertahun-tahun. Salah satu isu krusial yang ia angkat adalah ketiadaan kantor tetap PWI NTB meski organisasi ini telah berdiri lebih dari dua dekade.
“PWI NTB sudah berdiri 25 tahun, tapi sampai hari ini belum punya kantor tetap. Ini ironi sekaligus tamparan bagi kita semua yang menginginkan organisasi lebih berwibawa dan mandiri,” sesalnya.
Ia menekankan PWI NTB harus menjadi organisasi kuat secara kelembagaan dan rumah besar bagi seluruh wartawan NTB tanpa sekat kepentingan.
“Saatnya perubahan untuk membawa PWI NTB lebih progresif, terbuka, dan responsif. Kita butuh regenerasi, bukan hanya dari sisi usia, tapi juga cara berpikir dan bekerja,” tambahnya.
Di sisi lain, panitia konferensi terus mempersiapkan acara. Mereka menyiapkan surat undangan dan melakukan audiensi ke Gubernur NTB, Wali Kota Mataram, serta Bupati Lombok Barat. Panitia juga masih menjajaki lokasi konferensi.
Abdus Syukur menambahkan, panitia tetap membuka ruang bagi semua kader terbaik PWI untuk mencalonkan diri. Ia berharap konferensi ini menjadi momentum konsolidasi dan penguatan organisasi.
“Saatnya semua anggota PWI terlibat aktif. Siapa pun yang terpilih nanti, kami berharap ia bisa membenahi banyak hal: manajemen organisasi, perlindungan profesi wartawan, hingga penguatan literasi digital di era media baru,” tandasnya.
Dengan dinamika yang menghangat ini, publik memprediksi Konferprov PWI NTB 2025 akan menyimpan cerita ketat dan berwarna.
Masyarakat pers dan pemangku kepentingan berharap hasil konferensi membawa angin segar bagi masa depan jurnalisme di NTB. ***
Editor : Najamudin Anaji







