LOMBOKINI.com – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Hamzanwadi menggelar Kuliah Lapangan Etnomatematika dan Pembelajaran Kontekstual di dua situs budaya Kabupaten Lombok Utara, yaitu Masjid Kuno Bayan dan Bale Adat Gumantar. Kegiatan ini menerapkan pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) untuk mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal.
Para mahasiswa mengeksplorasi bentuk geometri, pola simetri, serta konsep ukur panjang dan luas dalam arsitektur tradisional masjid dan bale adat. Mereka juga mewawancarai tokoh adat setempat untuk menggali nilai filosofis di balik bangunan serta praktik budaya yang terkait dengan logika dan struktur berpikir matematis masyarakat lokal.
Dr. Sri Supiyati, M.Pd.Si., Koordinator Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Hamzanwadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas perspektif mahasiswa tentang kontekstualisasi pembelajaran matematika.
“Melalui kuliah lapangan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari matematika sebagai ilmu eksak, tetapi juga melihat bagaimana matematika hidup dan melekat dalam budaya masyarakat. Masjid Kuno Bayan dan Bale Adat Gumantar menjadi media pembelajaran kaya unsur etnomatematika. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk mencetak guru matematika yang kreatif, adaptif, dan mampu mengintegrasikan nilai lokal dalam pembelajaran,” ujarnya melalui keterangan tertulis, pada Sabtu 14 Juni 2025.
Tokoh masyarakat dan pengelola situs budaya setempat memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Para mahasiswa diharapkan dapat menyusun bahan ajar kontekstual berbasis etnomatematika sebagai tindak lanjut.
Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Hamzanwadi terus mendorong inovasi pembelajaran yang relevan dengan konteks budaya, selaras dengan Kurikulum Merdeka dan semangat pelestarian kearifan lokal dalam dunia pendidikan. ***







