Penolakan Ritel Modern di Lotim, Pemda Dihadapkan Pengusaha Besar dan Oknum yang Melindungi

Sabtu, 15 Juli 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim DPMPTSP Kabupaten Lotim saat mengunjungi Alfamart di Sembalun, atas laporan masyarakat setempat. (Ong)

Tim DPMPTSP Kabupaten Lotim saat mengunjungi Alfamart di Sembalun, atas laporan masyarakat setempat. (Ong)

LOMBOKINI.com Keberadaan ritel modern jenis Alfamart dan Indomaret di Kecamatan Sembalun memicu gejola berkelanjutan. Hal ini bertanda Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim diharuskan segera mengambil kebijakan, sebelum nasi menjadi bubur.

Keberadaan ritel modern di kawasan wisata dengan alasan kenyamanan wisatawan dan kompetensi usaha merupakan alasan kelasik. Hal ini juga bertanda bahwa Pemda Lotim gagal membina Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Karena kondisi ini juga jelas akan berdampak pada usaha masyarakat lokal yang berupaya mengais keuntungan dari manfaat pariwisata di kawasan Sembalun.

Baca Juga :  Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi

“Alasan mendasar, keberadaan usaha pemodal besar ritel ini membunuh usaha kecil masyarakat yang berusaha mengambil manfaat dari pariwisata,” kata Baiq Sri Mulya, yang merupakan Jubir Solidaritas Masyarakat Peduli Sembalun (SMPS), Jumat, 15 Juli 2023.

Apabila masyarakat lokal dihadapkan dalam kondisi seperti ini, lambat laun akan melumpuhkan perekonomian mereka. Pemda Lotim harusnya memikirkan cara mendukung kelompok usaha lokal ini.

“Hematnya, tuntutan pasar akan peningkatan kualitas pelayanan bagi wisatawan, seharusnya direspon oleh Pemerintah dengan meningkatkan fungsi pembinaan,” ujar Sri.

Baca Juga :  Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 

Sri yang juga Ketua Komunitas SembalunNina menilai, persaingan tidak sehat akan terjadi. Kendati, ritel moderen bermodal besar menjadi pesaing usaha masyarakat yang hanya bermodal pinjaman KUR dan lintan darat.

“Alasan-alasan inilah yang mendasari tuntutan masyarakat Sembalun, untuk menutup secara permanen dan menolak semua jenis ritel modern di Sembalun. “Kami menolak semua jenis ritel yang menyaingi usaha masyarakat,” tegas Sri. (*)

Penulis : Ong

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Selasa, 8 September 2026 - 14:42 WITA

Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Berita Terbaru

Dr. H. Ali Bin Dachlan.  (Foto: Lombokini.com).

Nasional

Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:46 WITA

Kegaduhan Seputar Desil. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Kegaduhan Seputar Desil 

Sabtu, 19 Sep 2026 - 16:40 WITA