Home / NTB

Kunjungan Putri Mahkota Swedia, Gubernur NTB Manfaatkan untuk Promosikan Kehidupan Masyarakat ke Dunia

Jumat, 28 Agustus 2026 - 01:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal berfoto bersama perwakilan Kemenlu, Bappenas, dan UNDP usai mengikuti rapat persiapan menyambut kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria pada 5-6 September 2026. Rapat berlangsung di kantor di runag kerja Gubernur NTB, Rabu 26 Agustus 2026. (Foto: ntbprov.go.id).

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal berfoto bersama perwakilan Kemenlu, Bappenas, dan UNDP usai mengikuti rapat persiapan menyambut kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria pada 5-6 September 2026. Rapat berlangsung di kantor di runag kerja Gubernur NTB, Rabu 26 Agustus 2026. (Foto: ntbprov.go.id).

LOMBOKINI.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut kedatangan Putri Mahkota Swedia Victoria pada 5-6 September 2026. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal memanfaatkan pengalaman diplomasinya untuk mengubah kunjungan ini menjadi ajang promosi kehidupan masyarakat NTB ke panggung global.

“Kunjungan internasional tidak boleh berhenti pada seremoni. Terpenting adalah pengalaman yang dibawa pulang tamu dan hubungan berkelanjutan,” ujar Iqbal.

Pemprov NTB menyiapkan agenda pertemuan langsung Victoria dengan perempuan penggerak komunitas, kader Posyandu, masyarakat adat, pelaku UMKM, dan komunitas pesisir.

“Kita ingin Princess melihat langsung kondisi dan kehidupan masyarakat di lapangan,” kata mantan Dubes RI itu dalam rapat persiapan bersama Kemenlu, Bappenas, dan UNDP, Rabu 26 Agustus 2016 di Mataram.

Kunjungan ke Posyandu menjadi agenda utama. NTB ingin menunjukkan pembangunan berkelanjutan hidup dalam keseharian masyarakat melalui ribuan kader perempuan yang bekerja di tengah keluarga dan komunitas.

Baca Juga :  Ribuan Warga Lombok Timur Desak Polres Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Bupati

Agenda juga mengarah ke Kabupaten Lombok Utara, termasuk kampung adat dan Hutan Adat Bayan. Gubernur menekankan lokasi yang dipilih bukan sekadar destinasi wisata, melainkan representasi hubungan masyarakat, budaya, lingkungan, dan pembangunan.

“Kita ingin ketika beliau kembali ke negaranya, beliau akan selalu mengingat Lombok,” ujarnya.

Kunjungan Victoria memiliki makna lebih luas karena ia datang sebagai Putri Mahkota Swedia sekaligus Goodwill Ambassador UNDP. Isu pemberdayaan perempuan, kesehatan masyarakat, dan pelestarian lingkungan yang diangkat NTB sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Iqbal berharap agenda tidak terlalu padat agar Victoria memiliki ruang merasakan suasana Lombok secara otentik. Baginya, hubungan internasional sering tumbuh dari perjumpaan berkesan. Dulu sebagai diplomat ia membawa Indonesia ke dunia, kini sebagai gubernur ia membawa cerita NTB ke percakapan global.

Baca Juga :  BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Kunjungan di Jakarta dan NTT

Sebelum ke Lombok, Victoria dijadwalkan tiba di Indonesia pada 4-8 September 2026. Di Jakarta, ia bertemu pejabat pemerintah, mitra pembangunan, pelaku swasta, dan perwakilan PBB membahas inovasi, transformasi digital, dan pendanaan gabungan percepatan SDGs.

Victoria juga akan mengunjungi NTT untuk bertemu masyarakat dan mitra pelestarian alam serta pengembangan ekowisata.

Administrator UNDP Alexander De Croo menyebut kunjungan ini menjadi kesempatan melihat langsung inovasi masyarakat Indonesia.

“Indonesia adalah rumah bagi solusi inovatif lokal mengatasi tantangan pembangunan,” katanya, dikutip Lombokini.com dari laman UNDP Indonesia, undp.org, Kamis 27 Agustus 2026.

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella menambahkan, pembangunan Indonesia tidak terlepas dari kemitraan dan peran masyarakat dalam menciptakan pembangunan inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan
Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih
Kapolri dan Titiek Soeharto Panen Bawang Putih dan Lakukan Peletakan Batu Pertama Gudang Benih Sembalun
BPK NTB Jawab Soal BTT Rp 484 Miliar, PDIP: Jelaskan Peruntukan, Abaikan Legalitas Pergeseran
DPM Unram Siapkan Gugatan ke PTUN soal Pergeseran Dana BTT Rp 484 Miliar
Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa
Kejanggalan Pengelolaan APBD NTB 2025, Empat Anggota DPRD Desak BPK Gelar Audit Investigatif

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:30 WITA

Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:34 WITA

Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:34 WITA

Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:19 WITA

Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:33 WITA

Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:06 WITA

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Berita Terbaru