YGSI Gelar Diskusi Peningkatan Pemahaman Kesehatan Reproduksi Remaja di Lombok Timur

Kamis, 19 Juni 2025 - 10:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YGSI Gelar Diskusi Peningkatan Pemahaman Kesehatan Reproduksi Remaja di Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com).

YGSI Gelar Diskusi Peningkatan Pemahaman Kesehatan Reproduksi Remaja di Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.comYayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) menyelenggarakan Pertemuan dan Diskusi Rutin Pendidik Sebaya di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu 18 Juni 2025. Acara yang berlangsung pukul 09.00 – 13.00 WITA ini merupakan bagian dari program Power to You(th) (PtY) yang telah berjalan sejak 2021 dan didanai oleh Kementerian Luar Negeri Belanda.

Program ini bertujuan memberdayakan generasi muda, khususnya perempuan muda, agar mampu bernegosiasi, menyuarakan hak-haknya di ruang publik, mengambil keputusan mandiri, serta melindungi diri dari praktik berbahaya terkait kesehatan reproduksi.

Program PtY telah diimplementasikan selama lima tahun (2021-2025) di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur. Salah satu kegiatan utama di Lombok Timur adalah Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) yang telah diterapkan di empat sekolah percontohan sejak tahun 2022.

Kemenag Lombok Timur menyampaikan, Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual (PKRS) sangat dibutuhkan oleh siswa di sekolah sehingga Kemenag Lombok Timur merencanakan untuk memasukkan materi PKRS kedalam muatan lokal (MULOK)

Kolaborasi Multisektoral Dukung Program PKRS

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kunci, menunjukkan komitmen multisektoral dalam mendukung program PKRS. Perwakilan dari BAPPEDA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas PMD turut hadir. Selain itu, Ketua MKKS, Koordinator Pendamping Satuan Pendidikan dari KEMENAG dan DISDIKBUD, Kepala Satuan Pendidikan dari empat sekolah intervensi, Guru SETARA (PKRS), dan Pendidik Sebaya juga hadir dalam diskusi. Kehadiran PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) juga menegaskan sinergi dalam isu perlindungan anak.

Dampak Positif Edukasi PKRS Terhadap Siswa

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) pembelajaran PKRS di Lombok Timur pada tahun 2024, YGSI mencatat peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman kesehatan reproduksi dan seksualitas. Hasil monev menunjukkan bahwa 957 siswa/siswi kelas 7 dan 8 yang tersebar di 4 sekolah intervensi mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman kesehatan reproduksi dan seksualitas setelah mendapatkan edukasi dari guru PKRS.

Baca Juga :  KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Julita Hanini, seorang siswi dari SMPN 1 Jerowaru, memberikan testimoni langsung mengenai dampak positif program ini. “Dulu saya merasa malu sebagai perempuan membahas sistem reproduksi saya. Nama-nama dari sistem reproduksi perempuan di desa saya sangat tabu disebutkan. Bahkan ketika menstruasi, saya malu mengatakannya kepada ibu saat ingin pembalut. Tapi dengan edukasi ini, batasan ketabuan itu tidak ada lagi. Ini membuat kami, para siswi perempuan, merasa percaya diri dengan sistem reproduksi kami,” ungkap Julita.

Peran Guru dan Perubahan Pola Pikir Masyarakat

Novia Wahyu Putri, guru di SMPN 1 Jerowaru yang aktif mengajarkan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual, juga merasakan perubahan positif. “Kami memberikan edukasi kepada siswa tentang bahaya pernikahan anak, bullying, dan kekerasan berbasis gender dan seksual. Edukasi ini tidak hanya bermanfaat bagi target program, tetapi juga bagi kami sebagai pendidik,” jelas Novia.

Menurut Novia, ada perubahan dalam pola pikir siswa dan masyarakat, khususnya terkait pembahasan sistem reproduksi dan seksual. “Tidak ada lagi ketabuan ketika beberapa sistem reproduksi dibahas secara terbuka. Mereka sudah bisa menerima diskusi semacam itu,” tambahnya.

Novia menyoroti bahwa wilayah selatan (Jerowaru) sebelumnya memiliki tingkat pemahaman yang rendah terkait wawasan edukasi sistem reproduksi dan seksual. “Tapi setelah lima tahun berjalan, dari 2021 sampai sekarang, mereka tidak lagi merasa tabu terhadap edukasi semacam ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Temui Massa Aksi, Wabup Pastikan Jalan Kalijaga Timur Diperbaiki Lewat APBD Perubahan 2026

Novia berharap edukasi ini dapat mendorong pencegahan pernikahan dini, setidaknya menurunkan angka pernikahan anak. Melalui edukasi ini, tambahnya, dengan mengenal fungsi alat reproduksi, anak-anak akan berpikir lebih jauh terkait pernikahan dini, mengingat di wilayah ini pernikahan dini seringkali berawal dari pola pikir bahwa menikah lebih baik daripada yang lain.

Pameran Karya Siswa dan Tujuan Diskusi

Meskipun capaian pembelajaran PKRS di sekolah sangat baik, identifikasi capaian dan tantangan implementasi PKRS dari sisi kebijakan sekolah untuk pendukung pendidik sebaya belum terlihat jelas. Oleh karena itu, pertemuan hari ini dianggap krusial.

Di akhir diskusi, acara ini juga menampilkan pameran media pembelajaran karya siswa-siswa dari target program Power to Youth. Hal ini menunjukkan kreativitas dan pemahaman siswa terhadap materi yang telah mereka dapatkan.

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah:
Mengevaluasi capaian dan tantangan pendidik sebaya dalam mendukung implementasi PKRS di sekolah.
Mengevaluasi capaian dan tantangan implementasi kebijakan, pembelajaran, dan peran pemangku kepentingan dalam implementasi PKRS di sekolah.
Mengidentifikasi kebijakan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS), dan perkawinan anak, baik dari kebijakan daerah maupun nasional.

Diharapkan, melalui pertemuan ini, Pendidik Sebaya (PE) akan memiliki rencana program strategis yang berkelanjutan dalam mendukung implementasi PKRS di sekolah, serta pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebijakan HKSR, KBGS, dan perkawinan anak. Selain itu, pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan komitmen bersama dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur dan kepala sekolah dari empat sekolah intervensi untuk mendukung keberlanjutan kelembagaan PE dalam upaya pencegahan perkawinan anak dan KBGS di lingkungan sekolah. ***

Penulis : Paozan

Editor : Eyok

Berita Terkait

Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim
Temui Massa Aksi, Wabup Pastikan Jalan Kalijaga Timur Diperbaiki Lewat APBD Perubahan 2026
Pemkab Lotim dan PT Energi Selaparang Tandai Batas 25 Hektare Wisata Joben
Polres Lombok Timur Rotasi Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C
Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih
Kapolri dan Titiek Soeharto Panen Bawang Putih dan Lakukan Peletakan Batu Pertama Gudang Benih Sembalun

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:30 WITA

Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WITA

120 Bangunan di Desa Adat Sade Hangus Terbakar, DPR RI Siapkan Revitalisasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:34 WITA

Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:19 WITA

Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:33 WITA

Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:06 WITA

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Tim SAR Evakuasi 106 Penumpang KMP Putri Yasmin

Berita Terbaru

Kebudayaan di Nusa Tenggara Barat . (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:15 WITA

Okky Afriwan, SE, MBA: Dosen Fakultas Ilmu Komputer dan Kecerdasan Artifisial Universitas Teknologi Mataram (Foto: Istimewa)

Opini

Resensi Buku ‘Kebijakan Ekonomi Publik’

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:55 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Pertanyaan Seputar Cerpen

Sastra

CERPEN Yuspianal Imtihan: Pertanyaan Seputar Cerpen

Minggu, 23 Agu 2026 - 08:00 WITA