Sukses Digelar, Bupati Lombok Timur Dorong Festival Peresean Kembang Kuning Diadakan 4 Kali Setahun

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukses Digelar, Bupati Lombok Timur Dorong Festival Peresean Kembang Kuning Diadakan 4 Kali Setahun

Sukses Digelar, Bupati Lombok Timur Dorong Festival Peresean Kembang Kuning Diadakan 4 Kali Setahun

LOMBOKINI.com — Kemeriahan menyelimuti penutupan Festival Peresean yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Desa Wisata Kembang Kuning.

Agenda kebudayaan yang berlangsung di Lapangan Umum Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, pada Kamis, 11 Juni 2026 ini sukses menyedot perhatian luas, mulai dari masyarakat lokal, pelaku budaya, hingga para wisatawan mancanegara.

Kehadiran Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam acara penutupan tersebut menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi.

Dalam sambutan singkatnya, Bupati menekankan bahwa seni budaya tradisional merupakan pilar utama dari identitas masyarakat Sasak yang tidak boleh luntur digerus zaman.

Peresean bukan sekadar tontonan hiburan bagi rakyat, melainkan sebuah warisan leluhur yang mengemban nilai-nilai ksatria dan harus diestafetkan kepada generasi muda.

Baca Juga :  80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat

Guna menjaga denyut nadi tradisi ini agar tetap hidup, Bupati meminta agar frekuensi pelaksanaan festival budaya diintensifkan dan tidak hanya bergantung pada momentum perayaan tertentu saja.

“Kegiatan budaya seperti Peresean harus terus kita lestarikan. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya digelar saat perayaan tertentu, tetapi bisa dilaksanakan hingga empat kali dalam setahun,” harap Haerul Warisin.

Sebagai wujud nyata dukungan dari pemerintah daerah, Bupati juga menyerahkan bantuan dana secara langsung kepada panitia pelaksana.

Stimulus ini diharapkan mampu memotivasi masyarakat dan pengelola desa wisata untuk lebih progresif dalam menjaga serta mengemas tradisi budaya lokal menjadi daya tarik yang bernilai tinggi.

Baca Juga :  Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI

Festival Peresean ini menjadi magnet pariwisata yang kuat sejak resmi dibuka pada 29 Mei 2026 lalu hingga malam penutupan.

Antusiasme yang membumbung tinggi tidak hanya ditunjukkan oleh penonton yang memadati pinggir lapangan, tetapi juga oleh para pepadu (petarung Peresean) yang tampil penuh totalitas di dalam arena dengan rotan dan perisai kulitnya.

Melalui konsistensi ruang gerak budaya seperti ini, Peresean diharapkan mampu terus eksis sekaligus memperkokoh posisi Kembang Kuning sebagai destinasi desa wisata unggulan di Lombok Timur.

Penulis : Paozan Azima

Berita Terkait

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Selong Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara
Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI
Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru
BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?
Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas
Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:32 WITA

Lombok Barat Dikutuk Guru Dane

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:11 WITA

Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:12 WITA

Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:48 WITA

ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:33 WITA

Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 

Berita Terbaru