Pemerintah Perluas Cakupan MBG dan Targetkan 30 Persen Pangan Lokal

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov NTB menggelar rapat koordinasi percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Hotel Lombok Raya, Jumat 22 Mei 2026. Rapat tersebut menghadirkan Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Brigjen Pol (Purn.) Drs. H. Erwin Chahara Rusmana, M.Hum, serta Inspektur III Inspektorat Utama BGN, Kolonel Sus Drs. Rudyanto, M.Si. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

Pemprov NTB menggelar rapat koordinasi percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Hotel Lombok Raya, Jumat 22 Mei 2026. Rapat tersebut menghadirkan Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Brigjen Pol (Purn.) Drs. H. Erwin Chahara Rusmana, M.Hum, serta Inspektur III Inspektorat Utama BGN, Kolonel Sus Drs. Rudyanto, M.Si. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

LOMBOKINI.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat koordinasi percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Hotel Lombok Raya, Jumat 22 Mei 2026. Rapat tersebut menghadirkan jajaran pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), Satuan Tugas (Satgas) MBG, dan para mitra penyelenggara.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Fathul Gani, menegaskan fungsi Satgas MBG sebagai fasilitator dan penghubung. Satgas memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif di daerah.

“Satgas bertugas menjembatani koordinasi agar kebijakan dapat terlaksana dengan baik. Saya harap seluruh pihak bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing serta mengoptimalkan peran unsur-unsur formal di lapangan,” ujar Fathul.

Ia menambahkan, program MBG merupakan program nasional yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah pun berperan sebagai representasi pemerintah pusat di wilayah masing-masing. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program.

Sementara itu, Penasihat Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Erwin Chahara Rusmana, menegaskan komitmen pemerintah terhadap Program MBG sebagai program strategis nasional yang berkelanjutan dan tetap prioritas.

Erwin menjelaskan, berbagai isu mengenai keberlanjutan maupun penyesuaian anggaran tidak memengaruhi pelaksanaan program inti MBG. Penyesuaian hanya menyasar program pendukung. Anggaran untuk operasional dapur, pengadaan makanan dan minuman, serta kebutuhan mitra tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Ini Besaran Harga Sapi Kurban Presiden Prabowo di Lombok Timur

“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi mikro, memperluas perputaran ekonomi di tingkat bawah, serta mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat,” jelas Erwin.

Erwin juga mengapresiasi capaian Provinsi NTB. Ia menilai NTB sebagai salah satu provinsi dengan perkembangan pelaksanaan MBG yang baik berkat dukungan pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur III Inspektorat Utama (Ittama) BGN, Rudyanto, menyampaikan bahwa NTB termasuk daerah dengan pertumbuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur MBG yang cukup pesat di Indonesia.

Menurut Rudyanto, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan kuat Pemerintah Provinsi NTB serta keberanian para mitra. Sejak awal, para mitra ikut berpartisipasi dalam program meskipun menghadapi berbagai tantangan pada tahap pelaksanaan awal.

Rudyanto menegaskan perlunya terus memperluas cakupan penerima manfaat MBG. Pasalnya, jumlah peserta didik yang harus dilayani masih sangat besar, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, hingga pondok pesantren.

Pemerintah daerah juga mendorong penguatan sinergi dengan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan guna mendukung keberlanjutan program. Langkah ini memastikan ketersediaan bahan pangan yang memadai dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Kapolri Tunjuk Irjen Kalingga Pimpin Polda NTB Gantikan Irjen Edy Murbowo

“Jangan sampai ketika jumlah SPPG bertambah, kita justru mengalami kekurangan pasokan pangan. Oleh karena itu, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus kita persiapkan sejak dini agar mampu memenuhi kebutuhan program secara berkelanjutan,” tegas Rudyanto.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemprov NTB terus mendorong penguatan ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi potensi lokal. Pemerintah menargetkan sedikitnya 30 persen kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri. Target ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.

Gerakan pemanfaatan lahan pekarangan pun kembali digalakkan. Program ini melibatkan PKK, kelompok masyarakat, organisasi desa dan kelurahan, hingga gerakan pramuka untuk mengembangkan berbagai komoditas pangan produktif.

Selain sektor pertanian, pemerintah terus mendorong pengembangan budidaya perikanan dan peternakan seperti lele, patin, serta komoditas pangan lainnya. Upaya ini memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pemerintah juga mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG agar mengelola anggaran negara secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Hal ini penting untuk menjaga kualitas layanan serta memastikan masyarakat merasakan manfaat program secara optimal. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Bidik Posisi 3 Besar di MTQ XXXI NTB, Lombok Timur Gembleng 54 Kafilah dalam Training Center
NTB Kirim 24.974 Sapi Kurban ke Jabodetabek, Perputaran Uang Tembus Rp 500 M
DPRD NTB Sahkan Raperda Pajak Daerah, Targetkan Tambahan Rp 160 Miliar
TPID NTB Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha
Dishub NTB Serahkan Sertifikat Keselamatan ke Perusahaan Angkutan Umum
Abul Chair Dorong ASN NTB Bertransformasi Jadi Agen Perubahan
Pemkab Lotim Ungguli Halmahera Selatan, Raih Penghargaan Creative Financing dari Kemendagri
Menko Polkam Tegaskan Pentingnya Soliditas Forkopimda Jaga Stabilitas dan Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:55 WITA

Polda NTB Gelar Rakernis Hukum, Kanwil Kemenkum Soroti Peluang dan Tantangan KUHP dan KUHAP Baru

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:31 WITA

Ketua PMI Lombok Barat Bantah Tuduhan Penyelewengan Anggaran Darah Rp 150 Juta

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:12 WITA

TNI Bersenjata Lengkap Kawal Unjuk Rasa Anti Korupsi di Kejari Lombok Timur

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:19 WITA

Ali BD Kritik Pemborgolan Abah Uhel: Perkaranya Utang Biasa, Bukan Korupsi

Rabu, 22 April 2026 - 09:51 WITA

Warga Aikmel Timur Hajar Pencuri Motor, Polisi Tembak Gas Air Mata

Kamis, 9 April 2026 - 21:06 WITA

Nursalim Sebut Ada Perintah ‘Gubernur Iqbal’ di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB

Senin, 9 Maret 2026 - 15:57 WITA

Agen BRILink Sekaligus Pendamping PKH di Lombok Timur Diduga Intimidasi KPM demi Keuntungan Pribadi

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:43 WITA

Perampok Aniaya Dua Warga Jerowaru saat Gagal Curi Kerbau

Berita Terbaru