LOMBOKINI.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri dan menegaskan pentingnya pelestarian lingkungan dalam kegiatan Yunales Peduli di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Senin 29 Desember 2025.
Yayasan Unggul Alam Lestari menggelar kegiatan berupa penanaman pohon produktif dan pelepasan burung.
Gubernur Iqbal menilai kegiatan itu sederhana namun berdampak besar bagi kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa isu lingkungan dan kehutanan tidak boleh masyarakat pandang dari sudut keuntungan jangka pendek.
“Urusan lingkungan dan hutan tidak kita desain untuk menghasilkan keuntungan instan. Dalam jangka pendek ini memang terlihat sebagai biaya, tetapi dalam jangka panjang akan menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, kerusakan lingkungan dan hutan akan langsung berdampak pada sektor ekonomi lain. Masyarakat yang bergantung pada hutan akan kehilangan mata pencaharian jika hutan tidak terjaga, sehingga berpotensi memicu kemiskinan ekstrem.
“Di banyak tempat, kemiskinan ekstrem tumbuh di sekitar hutan yang rusak. Masyarakat yang turun-temurun hidup dari hutan akhirnya tidak lagi bisa bertahan karena ekosistemnya hancur,” jelasnya.
Ia juga menyoroti ancaman terhadap keanekaragaman hayati. Punahnya flora dan fauna merupakan kerugian besar yang akan sangat dirasakan generasi mendatang.
“Menjaga lingkungan adalah bentuk investasi jangka panjang. Mungkin bukan generasi saya yang menikmati hasilnya, tetapi anak cucu kita pasti akan merasakannya,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur mengapresiasi kelompok Geber yang bertransformasi dari gerakan politik menjadi gerakan lingkungan. Pemerintah Provinsi NTB akan mendukung setiap inisiatif pelestarian lingkungan yang konsisten dan berkelanjutan.
“Kita tidak punya banyak waktu lagi. Jika ingin mewariskan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi mendatang, maka hari ini kita harus mulai bertindak,”pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Unggul Alam Lestari, Saiful Haq, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk refleksi menyambut tahun baru tanpa euforia berlebihan.
“Tahun ini kami memilih menyambut tahun baru dengan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan. Selain penanaman pohon, kami juga melepas burung untuk membantu memulihkan ekosistem,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, yayasan menanam 500 pohon produktif, seperti jati, sengon, dan jambu mete, yang diharapkan memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat di masa depan. ***
Penulis : Muhammad Asman







