Warga Sembalun Tuntut Perbaikan Tata Kelola Wisata Rinjani

Senin, 30 Juni 2025 - 15:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Sembalun menuntut regulasi satu pintu pengelolaan wisata Rinjani saat audiensi di DPRD Lombok Timur, Senin 30 Juni 2025. (Foto: Lombokini.com).

Warga Sembalun menuntut regulasi satu pintu pengelolaan wisata Rinjani saat audiensi di DPRD Lombok Timur, Senin 30 Juni 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Puluhan warga Sembalun yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Peduli Sembalun (SMPS) dan sejumlah organisasi pelaku wisata mendatangi kantor DPRD Lombok Timur pada Senin, 30 Juni 2025.

Mereka melakukan hearing menuntut perbaikan tata kelola wisata pendakian Gunung Rinjani.

Ketua Forum Lingkar Wisata Sembalun, Royal Sembahulun, menegaskan pentingnya penataan wisata berbasis kawasan. Ia mendorong pengelolaan wisata Rinjani yang adil dan maksimal.

Royal mengungkapkan bahwa variasi latar belakang pelaku usaha—mulai dari pebisnis, pecinta alam, hingga aktivis lingkungan—menciptakan persaingan tidak sehat.

“Ibeberapa pelaku usaha menawarkan paket premium, sementara yang lain mematok harga murah. Kondisi ini memicu ketidakadilan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi

Lebih lanjut, Royal memaparkan bahwa pelaku usaha Lombok Utara menguasai 78% dari 150 pengusaha pendakian Rinjani.

“Setiap pagi, Sembalun sudah ramai, tetapi tamu-tamu justru datang dari Lombok Utara,” keluhnya.

Ia khawatir, tanpa regulasi tegas, monopoli akan semakin merugikan warga lokal.

Sementara itu, Ketua SMPS, Handanil (Danil), menyatakan bahwa masyarakat Sembalun hampir tidak menikmati manfaat ekonomi dari wisata Rinjani.

“Para tamu menginap dan menggunakan jasa logistik serta porter dari Lombok Utara. Kami tidak mendapatkan apa-apa,” tegasnya.

Oleh karena itu, SMPS mendesak regulasi satu pintu untuk mengatur trekking organizer, guide, dan porter.

“Kami menginginkan pemerataan dampak ekonomi, bukan menghalangi usaha orang lain,” jelas Danil.

Baca Juga :  Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Lombok Timur, Lalu Hasan Rahman, mengkritik Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) yang dinilainya lamban bertindak.

“Kami mempertanyakan peran TNGR dalam mencari solusi,” tegasnya.

Ia menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pertemuan pemangku kepentingan pada minggu pertama Juli 2025.

“Kami harus menertibkan semua kawasan wisata di bawah TNGR,” tegas Hasan Rahman.

Ketua Partai Golkar Lombok Timur ini juga menyayangkan buruknya koordinasi dengan TNGR.

“Kami akan perbaiki secara menyeluruh, bukan hanya urusan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi juga keberpihakan pada masyarakat,” pungkasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi
Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa
Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi
Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem
Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam
Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:30 WITA

Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WITA

120 Bangunan di Desa Adat Sade Hangus Terbakar, DPR RI Siapkan Revitalisasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:34 WITA

Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:19 WITA

Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:33 WITA

Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:06 WITA

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Tim SAR Evakuasi 106 Penumpang KMP Putri Yasmin

Berita Terbaru

Kebudayaan di Nusa Tenggara Barat . (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:15 WITA

Okky Afriwan, SE, MBA: Dosen Fakultas Ilmu Komputer dan Kecerdasan Artifisial Universitas Teknologi Mataram (Foto: Istimewa)

Opini

Resensi Buku ‘Kebijakan Ekonomi Publik’

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:55 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Pertanyaan Seputar Cerpen

Sastra

CERPEN Yuspianal Imtihan: Pertanyaan Seputar Cerpen

Minggu, 23 Agu 2026 - 08:00 WITA