PEKKA Pada Mele Sukamulia Timur Dikunjungi Tim Inklusi

Jumat, 19 Januari 2024 - 09:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim INKLUSI disambut hangat kelompok PEKKA Pada Mele Dusun dasan Tiga, Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia.(foto/ong).

Tim INKLUSI disambut hangat kelompok PEKKA Pada Mele Dusun dasan Tiga, Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia.(foto/ong).

LOMBOKINI.comKelompok Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Pada Mele, di dusun Dasan Tiga, Desa Sukamulia Timur, menerima kunjungan Tim Skretariat INKLUSI (Kementrian Australia-Indonesia menuju Masyarakat Inklusif). Kunjungan ini menjadi lanjutan setelah mereka bersama delegasi Australia, sebelumnya mengunjungi sekolah perempuan di Balai Desa Loyok, Kecamatan Sikur, sebagai bagian dari Australia Leadership Initiative (ARLI).

Fokus kunjungan kali ini adalah melihat secara langsung proses pembuatan kopi hitam dengan tiga parian rasa yang unik di PEKKA Pada Mele.

Baca Juga :  Lapas Selong Beri Remisi kepada 362 Warga Binaan di HUT ke-81 RI

Meskipun sebelumnya Tim INKLUSI hanya melihat melalui media sosial dan video, mereka sangat tertarik dengan proses tradisional dan keunikan para janda yang mendominasi kelompok ini.

Fitriah, perwakilan dari PEKKA Pada Mele, menyatakan rasa terhormat kelompoknya mendapat kunjungan Tim INKLUSI.

“Kami siapkan bahan mentah kopi dan memperlihatkan seluruh proses pembuatannya, seperti yang telah mereka lihat dalam video yang dikirim waktu itu,” ujarnya pada Kamis, 19 Januari 2024.

Baca Juga :  Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih

Pemerintah Desa Sukamulia Timur juga merasa terhormat atas kunjungan tersebut, menyebut bahwa sejak keberadaan beberapa kelompok binaan, desa tersebut semakin dikenal di berbagai kalangan.

“Kedepannya Pemerintah Desa, terus meningkatkan kapasitas SDM dan fasilitas guna mendukung keberhasilan kelompok-kelompok seperti PEKKA Pada Mele,”ujar Saripudin, Sekretaris Desa Sukamulia Timur. ***

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim
Temui Massa Aksi, Wabup Pastikan Jalan Kalijaga Timur Diperbaiki Lewat APBD Perubahan 2026
Pemkab Lotim dan PT Energi Selaparang Tandai Batas 25 Hektare Wisata Joben
Polres Lombok Timur Rotasi Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C
Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih
Kapolri dan Titiek Soeharto Panen Bawang Putih dan Lakukan Peletakan Batu Pertama Gudang Benih Sembalun

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 05:34 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Warisan Ilmu Kecepatan Tangan

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:25 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Ada Kosnpirasi Di Cerita Ini 

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:06 WITA

Viralisasi Berkelindan dengan Motif Ekonomi, Program Literasi Selalu Dilayakkan Proyek Belaka

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:43 WITA

Penderitaan Modern di Era AI: Manusia dan Realitas Palsu, Sastra sebagai Penawarnya

Berita Terbaru

Kebudayaan di Nusa Tenggara Barat . (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:15 WITA

Okky Afriwan, SE, MBA: Dosen Fakultas Ilmu Komputer dan Kecerdasan Artifisial Universitas Teknologi Mataram (Foto: Istimewa)

Opini

Resensi Buku ‘Kebijakan Ekonomi Publik’

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:55 WITA