Warga Sekaroh Jerit Hak Atas Air Bersih, Janji Pemerintah Tak Terwujud

Sabtu, 23 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Sekaroh Jerit Hak Atas Air Bersih, Janji Pemerintah Tak Terwujud. (Foto: Lombokini.com).

Warga Sekaroh Jerit Hak Atas Air Bersih, Janji Pemerintah Tak Terwujud. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Warga Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, NTB, masih mengandalkan air tangki dengan harga yang selangit. Mereka harus mengeluarkan biaya hingga Rp 500 ribu per bulan hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Seorang tokoh pemuda setempat, Rahnan, mengatakan harga satu tangki air berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu, tergantung jarak tempuh. Bahkan, infrastruktur jalan yang rusak dapat mendongkrak harga lebih tinggi.

Rahnan yang juga menjabat Ketua DPD KPRI-1 LOTIM menuturkan bahwa setiap kepala keluarga bahkan bisa menghabiskan lebih dari Rp 500 ribu per bulan hanya untuk air bersih.

“Satu keluarga bisa menghabiskan hingga Rp 500 ribu lebih setiap bulan hanya untuk air bersih,” ujar Rahnan kepada Lombokini.com, Sabtu 23 Agustus 2025.

Proyek SPAM Senilai Ratusan Miliar Hanya Menghiasi Desa

Kondisi ini mempermalukan janji pemerintah. Padahal, pemerintah telah membangun proyek SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Pantai Selatan senilai ratusan miliar rupiah.

Baca Juga :  Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?

Namun, infrastruktur megah itu tidak pernah mengalirkan setetes pun air ke rumah-rumah warga sejak pembangunannya bertahun-tahun lalu.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, bahkan telah meresmikan SPAM tersebut pada Maret 2025. Dalam peresmian itu, Bupati menyampaikan pentingnya mensyukuri proyek senilai lebih dari Rp 120 miliar tersebut.

Sayangnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur terus mengulang janji dari masa ke masa. Tidak ada pihak yang mengaudit kebijakan tersebut, dan tidak ada penjelasan yang transparan kepada publik. Kesunyian pihak berwenang ini terus mengikis kesabaran dan kepercayaan warga.

Water Meter Hanya Pajangan, Air Tak Juga Mengalir

Kepala Desa Sekaroh, H. Mansyur, menegaskan bahwa jaringan pipa dari SPAM memang belum beroperasi. Meskipun warga telah memasang water meter sejak tahun lalu, tidak ada air yang mengalir.

Baca Juga :  AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

“Air tidak pernah mengalir sejak meteran dipasang. Bisa jadi semua meteran air warga sudah rusak karena terlalu lama terpasang tanpa pernah mendapat aliran air,” katanya.

Mansyur menyampaikan bahwa masyarakatnya tetap harus membeli air tangki setiap hari. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.

Warga Menuntut Pemenuhan Hak Dasar, Bukan Kemewahan

Masyarakat Sekaroh tidak menuntut kemewahan. Mereka hanya menuntut pemenuhan hak dasar: akses air bersih yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi 200 KK dan 5.000 jiwa yang terdampak.

“Kami tidak menuntut kemewahan. Kami hanya menginginkan kebutuhan dasar, yaitu air bersih untuk memasak, mandi, dan berwudhu,” harapnya.

Ia menambahkan, mungkin jika para pengambil kebijakan harus merasakan mandi dengan air tangki yang mereka beli menggunakan uang terakhir, baru mereka akan benar-benar memahami persoalan ini dan segera bertindak. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun
Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan
Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong
Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores
Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:41 WITA

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:14 WITA

Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:31 WITA

Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Berita Terbaru

Berita

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:41 WITA