Warga Sekaroh Jerit Hak Atas Air Bersih, Janji Pemerintah Tak Terwujud

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 22:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Sekaroh Jerit Hak Atas Air Bersih, Janji Pemerintah Tak Terwujud. (Foto: Lombokini.com).

Warga Sekaroh Jerit Hak Atas Air Bersih, Janji Pemerintah Tak Terwujud. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.comWarga Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, NTB, masih mengandalkan air tangki dengan harga yang selangit. Mereka harus mengeluarkan biaya hingga Rp 500 ribu per bulan hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Seorang tokoh pemuda setempat, Rahnan, mengatakan harga satu tangki air berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu, tergantung jarak tempuh. Bahkan, infrastruktur jalan yang rusak dapat mendongkrak harga lebih tinggi.

Rahnan yang juga menjabat Ketua DPD KPRI-1 LOTIM menuturkan bahwa setiap kepala keluarga bahkan bisa menghabiskan lebih dari Rp 500 ribu per bulan hanya untuk air bersih.

“Satu keluarga bisa menghabiskan hingga Rp 500 ribu lebih setiap bulan hanya untuk air bersih,” ujar Rahnan kepada Lombokini.com, Sabtu 23 Agustus 2025.

Proyek SPAM Senilai Ratusan Miliar Hanya Menghiasi Desa

Kondisi ini mempermalukan janji pemerintah. Padahal, pemerintah telah membangun proyek SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Pantai Selatan senilai ratusan miliar rupiah.

Baca Juga :  Ratusan Nelayan Lombok Timur Demo Tuntut Kuota BBM Subsidi

Namun, infrastruktur megah itu tidak pernah mengalirkan setetes pun air ke rumah-rumah warga sejak pembangunannya bertahun-tahun lalu.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, bahkan telah meresmikan SPAM tersebut pada Maret 2025. Dalam peresmian itu, Bupati menyampaikan pentingnya mensyukuri proyek senilai lebih dari Rp 120 miliar tersebut.

Sayangnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur terus mengulang janji dari masa ke masa. Tidak ada pihak yang mengaudit kebijakan tersebut, dan tidak ada penjelasan yang transparan kepada publik. Kesunyian pihak berwenang ini terus mengikis kesabaran dan kepercayaan warga.

Water Meter Hanya Pajangan, Air Tak Juga Mengalir

Kepala Desa Sekaroh, H. Mansyur, menegaskan bahwa jaringan pipa dari SPAM memang belum beroperasi. Meskipun warga telah memasang water meter sejak tahun lalu, tidak ada air yang mengalir.

Baca Juga :  Harkitnas ke-118, Sekda Lotim Bacakan Amanat Menkomdigi

“Air tidak pernah mengalir sejak meteran dipasang. Bisa jadi semua meteran air warga sudah rusak karena terlalu lama terpasang tanpa pernah mendapat aliran air,” katanya.

Mansyur menyampaikan bahwa masyarakatnya tetap harus membeli air tangki setiap hari. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.

Warga Menuntut Pemenuhan Hak Dasar, Bukan Kemewahan

Masyarakat Sekaroh tidak menuntut kemewahan. Mereka hanya menuntut pemenuhan hak dasar: akses air bersih yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi 200 KK dan 5.000 jiwa yang terdampak.

“Kami tidak menuntut kemewahan. Kami hanya menginginkan kebutuhan dasar, yaitu air bersih untuk memasak, mandi, dan berwudhu,” harapnya.

Ia menambahkan, mungkin jika para pengambil kebijakan harus merasakan mandi dengan air tangki yang mereka beli menggunakan uang terakhir, baru mereka akan benar-benar memahami persoalan ini dan segera bertindak. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Damkarmat Lombok Timur Wajibkan Simulasi Kebakaran untuk Akreditasi Puskesmas
Sempat Terkendala Kabut Tebal, Evakuasi Udara Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani Berhasil Dilakukan
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani
Sekda Lotim Saksikan Bule Swiss Ucap Syahadat di Penutupan TC MTQ XXXI 2026
Qoriah Asal Lombok Tengah Harumkan NTB di MTQ Internasional 2026
Pusat Keluarkan Bantuan Revitalisasi Sekolah untuk Lombok Timur Usulan DPR dan DPD, Kadis Dikbud Lotim Ungkapkan Hal Ini
Kendalikan Harga Jelang Iduladha, Pemkab Lombok Timur Gelar Pasar Murah dan Sidak

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Senin, 25 Mei 2026 - 14:55 WITA

Sekda Lotim Saksikan Bule Swiss Ucap Syahadat di Penutupan TC MTQ XXXI 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:08 WITA

NTB Perluas Cakupan MBG dan Targetkan 30 Persen Kebutuhan Pangan dari Produksi Lokal

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:05 WITA

NTB Kirim 24.974 Sapi Kurban ke Jabodetabek, Perputaran Uang Tembus Rp 500 M

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:15 WITA

DPRD NTB Sahkan Raperda Pajak Daerah, Targetkan Tambahan Rp 160 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:27 WITA

TPID NTB Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:46 WITA

Dishub NTB Serahkan Sertifikat Keselamatan ke Perusahaan Angkutan Umum

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:14 WITA

Abul Chair Dorong ASN NTB Bertransformasi Jadi Agen Perubahan

Berita Terbaru