LOMBOKINI.com – Aktivis pemuda Geger Arif Budiman mengkritik keras proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Pantai Selatan Lombok Timur senilai Rp 120 miliar lebih.
Ia menegaskan proyek ini gagal memenuhi hajat hidup masyarakat Lombok Timur bagian Selatan, khususnya Kecamatan Jerowaru.
Padahal Badan Penyelenggara Pembangunan Wilayah (BPPW) membiayai proyek untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah tersebut.
PDAM Lombok Timur sebagai pengelola, menurutnya, gagal menjalankan SPAM yang seharusnya akan menyalurkan air bersih ke 3.885 rumah tangga di Kecamatan Jerowaru.
Karena itu, Geger mendesak Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, segera mencopot Pelaksana Tugas Direktur Utama PDAM, Sofyan Hakim.
Lebih lanjut, dia menyatakan masyarakat Jerowaru terus mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau. Padahal Bupati meresmikan proyek SPAM Pantai Selatan sebagai solusi beberapa bulan lalu.
“Sayangnya, hingga kini PDAM belum mampu mengalirkan air ke masyarakat,” tegas Geger kepada media, Rabu 2 Juli 2025.
Aktivis asal Jerowaru ini menilai kepemimpinan Bupati Haerul Warisin dan Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya (pasangan Iron-Edwin) yang mengusung Lombok Timur SMART gagal mengatasi persoalan air bersih.
“Saya prihatin melihat warga selalu kesulitan air bersih. PDAM gagal menyelesaikan masalah karena SPAM yang seharusnya menjadi solusi belum mampu mengalirkan air,” paparnya.
Geger menuding kinerja direksi PDAM tidak becus dan menyebabkan masalah berlarut. Ia juga menyoroti Plt Dirut Sofyan Hakim tidak kompeten karena bukan bidangnya serta dinilai tidak memenuhi syarat usia.
“Masyarakat terus menderita. Saya mendesak Bupati segera mencopot Plt Dirut ini karena tidak becus dan tidak memenuhi syarat,” pungkasnya. ***
Penulis : Najamudin Anaji







