WALHI NTB dan LPSDM Serukan Perlindungan Lingkungan dari Tambang Ilegal

Minggu, 9 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

WALHI NTB dan LPSDM Serukan Perlindungan Lingkungan dari Tambang Ilegal. (Foto: Lombokini.com).

WALHI NTB dan LPSDM Serukan Perlindungan Lingkungan dari Tambang Ilegal. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis lingkungan yang kian mengkhawatirkan, Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan jaringan komunitas lingkungan di Lombok Timur (Lotim) menggelar kampanye publik untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap isu lingkungan.

Kegiatan ini digelar pada Ahad, 9 Februari 2025, di alun-alun kota Selong, Lombok Timur, dengan fokus utama pada dampak pengelolaan sumber daya alam yang tidak bijak, terutama maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah Lombok Timur.

Direktur Eksekutif WALHI NTB, Amri Nuryadin, menjelaskan bahwa kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak perubahan iklim dan eksploitasi lingkungan yang berlebihan.

“Kita semua melihat, mengetahui, dan merasakan dampak dari perubahan iklim yang semakin ekstrem. Ini meningkatkan frekuensi bencana hidrometeorologi di Lombok Timur, seperti banjir bandang, tanah longsor, dan abrasi pantai. Bencana ini mengancam permukiman, infrastruktur, serta mata pencaharian masyarakat,” jelas Amri.

Baca Juga :  Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Dia menegaskan bahwa ancaman ini bukan hanya fenomena alam semata, melainkan juga bencana ekologis yang dipicu oleh eksploitasi lingkungan, terutama akibat tambang ilegal galian C. Salah satu contohnya adalah aktivitas tambang di Kecamatan Pringgabaya yang telah menyebabkan degradasi lingkungan yang parah.

Eksploitasi tanah dan batuan dalam skala besar memicu erosi, menghilangkan daerah resapan air, dan mengubah jalur sungai. Akibatnya, sedimentasi meningkat, risiko banjir bandang bertambah besar, dan keseimbangan ekosistem terganggu.

Baca Juga :  Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

“Jika hal ini dibiarkan tanpa tindakan, dampaknya akan semakin meluas, tidak hanya di lokasi tambang, tetapi juga hingga daerah hilir dan pesisir,” tegas Amri.

Koordinator Program Adaptasi Perubahan Iklim dan Kebencanaan LPSDM, M. Azri Imanuddin, menyampaikan bahwa kampanye ini melibatkan berbagai aksi kreatif, seperti long march, orasi publik, pembagian leaflet, serta live music performance.

Azri mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sumber daya alam sebagai sumber kehidupan.

“Mari kita semua peduli terhadap pengelolaan lingkungan sumber daya alam sebagai sumber penghidupan seluruh makhluk di bumi ini. Kelola bumi dengan bijaksana dan adil agar keberlanjutan alam untuk anak cucu mendatang tetap terjaga,” pungkas Azri.***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA