Tim SAR Gabungan Berupaya Evakuasi Pendaki Brazil yang Terjatuh di Gunung Rinjani

Minggu, 22 Juni 2025 - 22:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan Berupaya Evakuasi Pendaki Asal Brazil yang Terjatuh di Gunung Rinjani. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

Tim SAR Gabungan Berupaya Evakuasi Pendaki Asal Brazil yang Terjatuh di Gunung Rinjani. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

LOMBOKINI.com Tim SAR gabungan terus berupaya mengevakuasi J.D.S.P. (27 tahun), pendaki asal Brazil yang terjatuh di sekitar Cemara Nunggal, jalur menuju puncak Gunung Rinjani.

Sejak Sabtu 21 hingga Ahad 22 Juni 2025, tim belum berhasil menemukan korban akibat medan ekstrem dan kabut tebal yang menyelimuti area pencarian.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kantor SAR Mataram, BPBD Lombok Timur, TNI, Polri, relawan, dan unsur terkait lainnya bekerja tanpa henti. Mereka menghadapi tebing terjal dan cuaca buruk yang memperlambat proses evakuasi.

Tim tiba di lokasi pada Sabtu 21 Juni 2025 pukul 14.32 WITA dan langsung memasang tali untuk evakuasi. Namun, situasi memburuk ketika korban semakin terperosok ke dalam jurang.

Baca Juga :  Lapas Selong Beri Remisi kepada 362 Warga Binaan di HUT ke-81 RI

“Kami sudah menurunkan tali sepanjang 300 meter, tapi belum cukup menjangkau korban,” ujar Samsul, anggota tim SAR, pada Ahad 22 Juni 2025.

Tim melakukan dropping peralatan dan logistik pukul 19.38 WITA untuk mendukung operasi. Hingga pukul 20.00 WITA, mereka telah menuruni tebing sedalam 300 meter tetapi belum menemukan korban. Salah satu anggota bahkan terpaksa bermalam di tebing dalam kondisi flying camp.

Kepala Balai TNGR, Yarman, menyatakan bahwa tim melanjutkan pencarian pada Minggu pagi dengan menyambung tali dan menggunakan drone thermal. Namun, drone tidak lagi mendeteksi korban di titik semula.

“Kabut tebal dan cuaca basah mengganggu fungsi drone thermal,” jelas Yarman.

Kantor SAR Mataram menggelar rapat dan memutuskan dua strategi, yakni pencarian manual dengan tali dan pemantauan udara saat cuaca memungkinkan.

Baca Juga :  Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

“Ini operasi paling menantang karena medan sangat curam dan cuaca ekstrem,” tegas Kepala Kantor SAR Mataram, I Nyoman Sidakarya.

TNGR mengimbau pendaki untuk lebih menghormati alam dan mewaspadai risiko. Sementara itu, tim SAR meminta doa dan dukungan masyarakat agar korban segera ditemukan selamat.

Sebelumnya, korban dilaporkan jatuh ke arah Danau Segara Anak dari ketinggian ratusan meter. Kantor SAR Mataram langsung mengerahkan puluhan personel dengan peralatan lengkap, termasuk peralatan mountaineering, drone, dan alat medis.

Operasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, BPBD, relawan, dan porter. Mereka terus berkoordinasi untuk mengevakuasi korban di medan yang sangat berbahaya ini. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade
Api Melalap Desa Wisata Adat Sade
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C
Truk Overload Galian C Merusak Jalan Utama Desa Kalijaga Timur
Lapas Selong Beri Remisi kepada 362 Warga Binaan di HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:02 WITA

TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:19 WITA

Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:05 WITA

IKMAN Sumbawa Kumpulkan Rp 32 Juta untuk NTT, Tutup Galang Dana dan Ancam Aksi Jalanan Bila Pemerintah Abai

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:06 WITA

Kisah Pilu Ziadatun Nisa: Bertahan Hidup Jadi Buruh Cuci Demi Sekolah, Beratap Kelas yang Nyaris Roboh

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Pemkab Lombok Timur Tutup Permanen Warung di Pantai Lungkak

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:06 WITA

Kapolda NTB dan Bupati Lotim Serahkan Santunan kepada Anak Yatim dan Lansia di Kantor Baznas

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:53 WITA

PW Pemuda NW NTB Gelar Diskusi dan Bakti Sosial ‘Desa Berdaya’ di Sembalun

Berita Terbaru