TGB Zainul Majdi Pimpin Haflah Qurban NWDI, Tekankan Makna Spiritual Idul Adha

Minggu, 8 Juni 2025 - 22:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TGB Zainul Majdi Pimpin Haflah Qurban NWDI, Tekankan Makna Spiritual Idul Adha. (Foto: Lombokini.com)

TGB Zainul Majdi Pimpin Haflah Qurban NWDI, Tekankan Makna Spiritual Idul Adha. (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.com Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PB NWDI) menggelar Hiziban Akbar dan Haflah Qurban pada Ahad, 12 Dzulhijjah 1446 H / 8 Juni 2025 M di Kantor PB NWDI, Jalan Langko No. 59, Mataram. Ketua Umum PB NWDI, Dr. TGB. H. Muhammad Zainul Majdi, MA, hadir langsung memimpin acara tersebut.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan OPD Provinsi NTB, pengurus harian PB NWDI, jamaah, dan 100 anak yatim sebagai bentuk syukur, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan nilai spiritual di Hari Raya Idul Adha.

Prof. Dr. TGH. Abdul Fattah, M.Fil, selaku Kepala Kantor PB NWDI dan Koordinator Umum Acara, menyampaikan bahwa panitia menyembelih 3 sapi dan 3 kambing untuk dibagikan kepada 1.000 penerima, meliputi anak yatim, dhuafa, lansia, dan janda di sekitar Mataram. Beliau juga mengusulkan pembentukan arisan qurban guna meningkatkan jumlah hewan qurban di tahun-tahun mendatang.

“Kami berterima kasih kepada seluruh shohibul qurban dan panitia. Semoga kerja keras ini tercatat sebagai amal ibadah. Ibadah qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih sifat kebinatangan dalam diri kita,” tegasnya.

Prof. Dr. H. Jamaluddin, MA, Plt Pimpinan Wilayah NWDI Provinsi NTB, menyampaikan hikmah Idul Adha dengan menelusuri sejarah qurban sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Ibrahim AS. Beliau menekankan bahwa qurban harus dilandasi ketakwaan, bukan keinginan dipuji orang lain.

Dr. TGB. H. Muhammad Zainul Majdi, MA menutup acara dengan kisah dari Maroko, di mana pemerintah setempat melarang penyembelihan qurban akibat krisis ternak. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan ekologi untuk menunjang pelaksanaan syariat agama.

“Manusia sebagai khalifah di bumi membutuhkan alam. Jika alam rusak, syariat pun tak bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

TGB juga mengingatkan jamaah untuk menjauhi iri dan dengki, yang dapat menghapus amal kebaikan. “Akar kejahatan manusia berasal dari rasa iri dan dengki,” jelasnya. ***

Berita Terkait

Majelis Ta’lim Darunnajah Gelar Ziarah Mahabbah Kubra, Rawat Sanad Keilmuan Ulama Lombok Timur
Warga Lengkok Embuk Mamben Lauk Khidmati Peringatan Nuzulul Qur’an, Hadirkan Qori Internasional dan Nasional
Majelis Taklim Darunnajah Mamben Tutup Pesantren Mukim Ramadan 1447 H
Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Lombok Timur 4 Ramadan 1447 H-22 Februari 2026
50 Ucapan Menyambut Ramadan 1447 H, Singkat dan Sarat Makna
Pengurus Baru Majlis Ta’lim Darunnajah Mamben Fokus Perkuat Modal Sosial Umat
Warga Desa Gelora Protes Infrastruktur Listrik: Suara Azan Masjid Tak Jelas akibat Daya ‘Tak Muat’
Gubernur NTB Serukan Solidaritas dan Pelestarian Lingkungan pada Peringatan Isra’ Mi’raj

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:35 WITA

Sekda NTB Lantik 35 Pejabat Fungsional, Perkuat Birokrasi Berbasis Kinerja

Senin, 11 Mei 2026 - 16:49 WITA

Pemkab Lotim Siapkan Lahan 2 Hektar, Incar Hibah Bank Dunia untuk TPST

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:36 WITA

Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:04 WITA

Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Senin, 4 Mei 2026 - 14:04 WITA

Pemkab Lotim Evaluasi PAD, Bupati Sebut 2026 Tahun Berat

Senin, 13 April 2026 - 17:27 WITA

Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Senin, 13 April 2026 - 13:23 WITA

Pengamat: Tagline ‘Kolotan’ Sekda NTB Kontraproduktif

Kamis, 9 April 2026 - 18:07 WITA

Iqbal Lantik Abul Chair sebagai Sekda NTB dan 13 Pejabat Eselon II

Berita Terbaru

Dandim 1615 Lombok Timur Letkol Inf. Eky Anderson. (Foto: Lombokini.com).

Berita

Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Terpadu Ketahanan Pangan

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:10 WITA