Sistem QRIS Bandara Lombok Diduga Bobol, Tagih Rp 360 Ribu untuk Parkir Kurang 1 Jam

Sabtu, 28 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem QRIS Bandara Lombok Diduga Bobol, Tagih Rp360 Ribu untuk Parkir Kurang 1 Jam. (Foto: Lombokini.com).

Sistem QRIS Bandara Lombok Diduga Bobol, Tagih Rp360 Ribu untuk Parkir Kurang 1 Jam. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Sejumlah pengguna Bandara Internasional Lombok mengeluhkan kejanggalan dalam sistem pembayaran parkir yang merugikan.

Salah satunya, Ahmad Yani, warga Lombok Barat, mengaku harus membayar Rp 360 ribu padahal hanya parkir kurang dari satu jam.

Kejadian ini terjadi pada Jumat malam, 27 Juni 2025, saat Yani dijemput keluarganya di area kedatangan.

“Saya memilih bayar via QRIS, tapi ternyata tagihannya Rp 360 ribu, bukan Rp7.500. Petugas pun bingung dan bilang ini masalah sistem,” ujarnya.

Yang lebih mencurigakan, bukti transaksi QRIS menunjukkan pembayaran mengarah ke merchant ‘Parkee’ di Jakarta Barat, bukan ke pengelola resmi parkir bandara.

Baca Juga :  Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik

“Bagaimana jika ini dialami turis asing?” protes Yani.

Masalah semakin parah karena antrean kendaraan memanjang di gerbang keluar. Banyak pengendara gagal melakukan transaksi meski saldo mereka mencukupi.

“Saya akhirnya pakai QRIS, tapi malah dapat tagihan gila-gilaan,” keluhnya.

Tak hanya Yani, Ketua PWI NTB Nasruddin juga mengeluhkan hal serupa.”Saya pernah kena tagihan ratusan ribu untuk parkir singkat. Sekarang saya hindari QRIS di sini,” tegasnya pada 27 Juni 2025.

Baca Juga :  LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Ia mempertanyakan keamanan sistem pembayaran nontunai di bandara berstandar internasional ini.

Menanggapi hal ini, Humas AP I Bandara Lombok Arif Haryanto menyatakan telah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura Support (APS) untuk menelusuri masalah.

“Data konsumen sudah kami serahkan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Selain itu, Arif mengimbau masyarakat melaporkan keluhan melalui saluran resmi, seperti akun media sosial Bandara Lombok, nomor 172, atau email contact@injourneyairports.id.

“Setiap laporan akan kami tindaklanjuti dan jadikan bahan evaluasi,” tambahnya. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem
Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WITA

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:14 WITA

Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:42 WITA

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Rabu, 23 September 2026 - 20:56 WITA

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA