RSUD NTB Akui Ada Bantuan Sosial Pemulangan Jenazah, Tapi Keluarga Pasien KJDR Terlanjur Bawa Pakai Taksi Online

Senin, 7 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD NTB Akui Ada Bantuan Sosial Pemulangan Jenazah, Dokter Jack: Tapi Keluarga Pasien KJDR Terlanjur Bawa Pakai Taksi Online. (Foto: Lombokini.com).

RSUD NTB Akui Ada Bantuan Sosial Pemulangan Jenazah, Dokter Jack: Tapi Keluarga Pasien KJDR Terlanjur Bawa Pakai Taksi Online. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di RSUD Provinsi NTB ketika pihak keluarga membawa pulang jenazah janin pasien asal Kabupaten Sumbawa Barat menggunakan taksi online. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 5 April 2025, setelah pasien berinisial Ny. “Y” menjalani proses terminasi kehamilan akibat kematian janin dalam rahim (KJDR).

Pasien yang sedang hamil 24 minggu 5 hari itu sebelumnya datang ke RSUD NTB dengan keluhan tidak merasakan gerakan janin sejak 1 April. Tim medis memeriksa pasien dan menegaskan janin telah meninggal. Mereka kemudian melakukan proses pengeluaran janin pada 6 April pukul 06.50 WITA.

Petugas rumah sakit membawa jenazah janin yang lahir dengan berat 650 gram ke Instalasi Forensik untuk dipulasarkan. Namun, karena BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya pemulangan jenazah, keluarga memutuskan membawanya sendiri ke Sumbawa Barat menggunakan taksi online.

Baca Juga :  TGB Buka Muswil II NWDI Sulbar, Tekankan Empat Pesan Perjuangan

Kepala RSUD NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, dalam keterangan resmi 7 April 2025, menjelaskan bahwa rumah sakit sebenarnya telah menyiapkan bantuan sosial melalui koordinasi antara Instalasi Forensik dan Manajer Pelayanan Pasien (MPP). Dana sosial rumah sakit ini rutin membantu pasien kurang mampu, termasuk menanggung biaya pemulangan jenazah.

“Dalam dua bulan terakhir, kami telah memfasilitasi pemulangan lima jenazah ke berbagai daerah, termasuk Bima dan Dompu. Kami juga memiliki mekanisme bantuan sosial, tetapi keluarga sudah keburu pulang karena khawatir jenazah menimbulkan bau tak sedap,” ujar Dirut RSUD NTB yang akrab disapa Dokter Jack.

Baca Juga :  MotoGP Indonesia 2026: Pebalap dan Kru Mulai Tiba di Lombok

Pihak rumah sakit menyayangkan kurangnya komunikasi yang menyebabkan bantuan tidak tersampaikan tepat waktu. “Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan terus menjajaki kerja sama dengan pemda kabupaten/kota se-NTB terkait bantuan pemulangan jenazah,” tambahnya.

Kasus ini menarik perhatian banyak pihak karena menyentuh aspek kemanusiaan dalam pelayanan rumah sakit. Masyarakat berharap pemerintah segera membuat regulasi yang lebih jelas dan mengalokasikan anggaran khusus untuk pemulangan jenazah pasien tidak mampu agar kejadian serupa tidak terulang.***

Penulis : Najamudin Anaji

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun
Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan
Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT
Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong
Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores
Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan
Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya
Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:41 WITA

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:14 WITA

Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:31 WITA

Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:23 WITA

Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WITA

Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores

Berita Terbaru

Berita

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:41 WITA