LOMBOKINI.com – Puting beliung memorak-porandakan puluhan rumah di Dusun Kuangwai, Desa Menceh, Lombok Timur, NTB, pada Ahad 11 Januari 2026. Badai ini merusak 74 unit rumah dan melukai lima warga.
Kepala Desa Menceh, Idrus, memaparkan rincian kerusakan. “Angin menyebabkan sembilan rumah rusak berat, 11 unit rusak sedang, dan 54 unit lainnya rusak ringan,” jelasnya, Senin 12 Januari 2016. Badai juga melukai tiga anak kecil, satu remaja, dan satu orang tua.
“Semua korban luka sudah kami bawa ke Puskesmas,” tambahnya.
Di antara korban terdampak, kisah Serim (90) menyita perhatian. Perempuan lanjut usia yang tinggal sendiri itu selamat meski terjebak di rumah bambunya yang hancur.
“Nenek Serim sedang tidur saat angin datang,” tutur, Maini Hariati tetangga nenek Serim kepada media di lokasi.
Usai kejadian, Nenek Serim sempat mengomel melihat rumahnya rusak. “Beliau bertanya, ‘Siapa yang rusak rumah saya?’. Mungkin karena faktor usia,” cerita Maini. Saat ini, Serim mengungsi sementara di rumah Maini karena rumahnya tidak lagi layak huni.
Pasca-bencana, warga setempat mulai memperbaiki rumah yang rusak ringan. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur bersama Dinas Sosial dan Tagana telah menyalurkan bantuan logistik.
Bantuan berupa makanan siap saji, selimut, terpal, dan peralatan bayi itu diberikan dalam status Siaga Darurat bencana yang berlaku hingga Maret 2026.
BPBD juga melakukan kaji cepat dan penanganan darurat dengan melibatkan TNI-Polri, Tagana, aparatur desa, serta masyarakat setempat. ***
Penulis : Najamudin Anaji







