Puncak Musim Kemarau, Harga Cabai di Lombok Timur Merangkak Naik

Selasa, 15 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Cabai di Lombok Timur Tembus Rp 200 Ribu per Kg, Pemerintah Siapkan Langkah Strategis. (Foto: Lombokini.com).

Harga Cabai di Lombok Timur Tembus Rp 200 Ribu per Kg, Pemerintah Siapkan Langkah Strategis. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Harga cabai dan komoditas hortikultura lainnya di Kabupaten Lombok Timur mengalami kenaikan seiring dengan memasuki puncak musim kemarau.

Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya harga beberapa komoditas sempat anjlok, namun kini mulai merangkak naik.

Hana Syakira, salah seorang pedagang kebutuhan pangan sayur mayur di Pasar tradisional Pancor, mengatakan harga cabai kecil yang sebelumnya berkisar Rp 25.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 35.000 per kilogram. Tidak hanya cabai, harga sayuran lainnya juga menunjukkan peningkatan harga.

“Kenaikan harga ini tergantung pada pasokan dan permintaan dari masyarakat. Meski harga naik, daya beli masyarakat terhadap komoditas hortikultura masih stabil di Lombok Timur,” ujar Hana, Selasa 15 Oktober 2024.

Baca Juga :  Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Lombok Timur, H. Badarudin, menjelaskan selama musim kemarau, penanaman komoditas hortikultura terbatas pada area yang memiliki akses irigasi. Produksi tanaman hortikultura, terutama cabai, mulai berkurang.

Banyak petani menanam sayur, tetapi kini mereka beralih ke komoditas lain, sehingga dikhawatirkan harga akan semakin tinggi dua hingga tiga bulan ke depan.

Khusus cabai, kata dia, seringkali menjadi penyebab inflasi ketika stok terbatas. Produksi tanaman hortikultura, terutama cabai, mulai berkurang.

“Kami memprediksi harga akan terus naik dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Cabai seringkali menjadi penyebab inflasi ketika stok terbatas”, ujarnya.

Baca Juga :  Satpol PP Tertibkan Lapak di Labuhan Haji, Temukan Kuitansi Nama Perempuan Bertarif Rp 50-200 Ribu

Beberapa bulan lalu, sambungnya, banyak petani menanam sayur, tetapi kini mereka beralih ke komoditas lain, sehingga dikhawatirkan harga akan semakin tinggi akibat terbatasnya jumlah petani yang menanam cabai.

Karena itu, lanjut Badar, Dinas Pertanian Lombok Timur tengah berupaya mencegah kelangkaan, terutama untuk komoditas cabai, dengan melakukan perencanaan tanam agar tetap ada panen meskipun di tengah puncak musim kemarau.

“Kita harapkan peningkatan harga ini menjadi perhatian berbagai pihak agar mampu menjaga stabilitas pasokan dan mencegah lonjakan harga yang lebih drastis di pasar”, pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ADBMI dan AWO International Gelar Lokakarya Rencana Kerja Strategis BUMDes
Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta
Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik
Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:33 WITA

ADBMI dan AWO International Gelar Lokakarya Rencana Kerja Strategis BUMDes

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:01 WITA

Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:14 WITA

Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA