Petualangan ke Afrika Kecil di Pulau Sumbawa

Rabu, 29 November 2023 - 08:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat seekor kuda sedang memakan rumput di Afrika Kecil, kabupaten Dompu. (dok.google maps)

Terlihat seekor kuda sedang memakan rumput di Afrika Kecil, kabupaten Dompu. (dok.google maps)

LOMBOKINI.com – Kabupaten Dompu, Pulau Sumbawa, NTB kini menawarkan lebih dari sekedar rute trekking menuju Gunung Tambora. Doro Ncanga, disebut sebagai “Afrika Kecil,” membuka jendela menuju keunikan alam dan kehidupan liar yang memikat.

Pemandangan savana yang luas dan menakjubkan menjadi daya tarik utama Doro Ncanga. Langit yang membentang di atas tri-cinder cones menciptakan latar belakang geologis yang unik, menambah nuansa luar biasa pada perjalanan ini.

Baca Juga :  Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi

Namun, keistimewaan Doro Ncanga tidak hanya terletak pada panorama alamnya. Margasatwa melimpah menghiasi padang rumput, dengan kawanan rusa yang menggembala dan monyet yang bermain di pepohonan menciptakan adegan alam yang begitu indah dan hidup.

Meskipun rute trekking ini menantang, keselamatan tetap menjadi prioritas. Peroleh informasi terkini tentang kondisi trekking, izin yang diperlukan, dan faktor keamanan dari pihak berwenang setempat, agen perjalanan lokal, atau pemandu berpengalaman seperti @btn_tambora.

Baca Juga :  Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa

Doro Ncanga bukan hanya tentang petualangan fisik, tetapi juga jendela ke keindahan alam dan kehidupan liar Pulau Sumbawa yang mempesona.

Siapkan kebugaran fisik dan semangat petualangan Anda untuk menjelajahi eksotisme “Afrika Kecil” di tengah-tengah pulau yang kaya ini. **

Berita Terkait

Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani
Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi
Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa
Dispar Lombok Timur Desak Pemprov NTB Terbitkan Aturan Laut Teluk Ekas
Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi
Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem
Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:01 WITA

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:34 WITA

Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:25 WITA

Merawat Ruang Hidup di Hari Kemerdekaan: Komunitas Adat Batu Rentek Mengajak Warga Aikmel untuk Sadar Ekologis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:48 WITA

Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:42 WITA

KPPI dan FITRA NTB Desak DPRD Lotim Kawal Darurat Air-Sampah di Pesisir Selatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:16 WITA

Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:29 WITA

NTB Jadi Tuan Rumah Forum Internasional Energi Terbarukan

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Nasional

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Kamis, 3 Sep 2026 - 21:31 WITA

Peneliti Lombok Research Center (LRC),
Dr. Maharani. (Foto: Istimewa)

Lingkungan

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:01 WITA