Penemuan Ikan Oarfish di Pantai Pink Viral, Ini Kata DKP NTB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemunculan Ikan 'Oarfish' di Pantai Pink Lombok Tuai Pertanyaan, Ini Faktanya. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar)

Kemunculan Ikan 'Oarfish' di Pantai Pink Lombok Tuai Pertanyaan, Ini Faktanya. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar)

LOMBOKINI.com – Pengunjung Pantai Pink di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dihebohkan dengan penemuan seekor ikan laut dalam berukuran raksasa, Selasa 25 Aguatus 2026. Ikan yang diduga spesies oarfish atau ikan sabuk raksasa tersebut ditemukan terdampar di pinggir pantai sekitar pukul 07.30 WITA.

Penemuan berawal ketika anak-anak yang tengah bermain di pinggir pantai melihat ikan berbentuk aneh dengan panjang sekitar 4 meter.

Seorang pengunjung mengunggah video kemunculan ikan tersebut melalui Facebook Baiq Qolby dan langsung viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak anak-anak bersama seorang pria paruh baya mengangkat tubuh ikan yang panjang dan pipih, menyita perhatian pengunjung serta warga lain di lokasi.

Kepala Wilayah Dusun Telone, Desa Sekaroh, Sahlan, membenarkan penemuan ikan langka tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ikan itu pertama kali ditemukan oleh pengunjung dari Lombok Tengah yang sedang berkemah.

“Sekitar empat meter panjangnya, bentuknya seperti samurai, sulit saya jelaskan karena bentuknya aneh. Sudah dibawa pulang oleh yang bersangkutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Kemunculan ikan misterius tersebut memicu beragam spekulasi di masyarakat. Sebagian warganet menduga ikan itu adalah oarfish, penghuni laut dalam yang jarang muncul ke permukaan, dan mengaitkannya dengan tanda bencana alam.

Fakta Ilmiah Ikan Sabuk Raksasa atau Oarfish

Berdasarkan data ilmiah, ikan oarfish (Regalecus glesne) merupakan ikan bertulang terpanjang yang masih ada, mampu tumbuh hingga 11 meter.

Ikan ini memiliki tubuh sangat panjang, pipih menyerupai pita, dengan lapisan kulit perak mengilap tanpa sisik.

National Geographic melansir bahwa ikan oarfish memakan plankton kecil, krustasea, serta organisme laut berukuran kecil dan tidak berbahaya.

Ikan ini biasanya hidup pada kedalaman sekitar 200 hingga 1.000 meter di bawah permukaan laut.

Meski berukuran besar, masyarakat jarang memburu ikan ini karena rasa dagingnya yang tidak enak, mirip agar-agar.

DKP NTB Bantah Mitos Bencana di Balik Kemunculan Ikan Oarfish di Pantai Pink Lombok Timur

Baca Juga :  Warga Tutup Paksa dan Rusak Fasilitas Kafe di Pantai Lungkak

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Barat (DKP NTB), Muslim, membantah mitos yang mengaitkan kemunculan ikan oarfish dengan tanda-tanda bencana alam.

“Iya itu mitos. Muncul efek gempa di NTT kemarin itu kebetulan. Itu ikan tidak berbahaya kok,” ujar Muslim saat dikonfirmasi.

Muslim menjelaskan, ikan oarfish biasanya muncul ke permukaan laut akibat perubahan suhu dan faktor oseanografi lain di kedalaman laut.

Perubahan arus bawah laut, suhu, serta tekanan yang ekstrem dapat membuat ikan ini tidak mampu beradaptasi dan akhirnya terdampar.

Terkait ukuran ikan yang ditemukan, Muslim mengatakan perkiraan warga sekitar 2 hingga 4 meter masih tergolong kecil untuk ukuran oarfish dewasa.

“Menurut referensi bahkan bisa sampai lebih 10 meter,” pungkasnya.

Muslim mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan penemuan ikan tersebut dengan tanda-tanda bencana dan memastikan kondisi masyarakat di sekitar pesisir tetap kondusif. ***

Berita Terkait

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade
Api Melalap Desa Wisata Adat Sade
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C
Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah
Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Resensi Buku ‘Kebijakan Ekonomi Publik’

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:37 WITA

Ate Bakat: Konseptualisasi Estetika Sasak

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:46 WITA

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:28 WITA

Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:32 WITA

Lombok Barat Dikutuk Guru Dane

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Berita Terbaru

Kemunculan Ikan 'Oarfish' di Pantai Pink Lombok Tuai Pertanyaan, Ini Faktanya. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar)

Peristiwa

Penemuan Ikan Oarfish di Pantai Pink Viral, Ini Kata DKP NTB

Selasa, 25 Agu 2026 - 21:43 WITA