Pemda Lotim Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting Bersama DP3AKB

Kamis, 13 Juni 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemda Lotim Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting Bersama DP3AKB. (Sumber: istimewa)

Pemda Lotim Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting Bersama DP3AKB. (Sumber: istimewa)

LOMBOKINI.com Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim) bersama DP3AKB dan seluruh OPD melaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting dan Pembinaan Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting pada Rabu, 12 Juni 2024, di Rupatama 1 Kantor Bupati.

PJ Sekda Lotim, H. Hasni selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Lombok Timur, menyampaikan bahwa Pemda Lotim telah mengirim surat kepada semua petugas DP3AKB di tingkat kecamatan untuk mencapai target pemerintah daerah.

“Kami sudah bersurat kepada semua petugas DP3AKB tingkat kecamatan untuk mempercepat intervensi serentak ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting di Lombok Timur masih 27,6 persen. Target nasional adalah 18 persen, sehingga diperlukan kerja keras semua pihak yang terlibat.

Baca Juga :  Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia

“Kita harus bekerja lebih keras karena target nasional adalah 18 persen, sedangkan saat ini masih 27,6 persen,” tambahnya.

Pemda Lombok Timur berharap intervensi serentak dapat berjalan sesuai jadwal dan semua pihak bisa bersinergi untuk mencapai target penurunan angka stunting. Ia juga meminta semua petugas lapangan untuk lebih serius menjalin koordinasi dengan desa/kelurahan terkait permasalahan di lapangan.

“Intervensi serentak ini harus dipercepat agar harapan kita bisa tercapai. Jemput anak-anak yang belum ke Posyandu, libatkan Danramil dan Polmas yang ada di desa,” pintanya.

Hasni menekankan bahwa upaya pemerintah dalam menekan angka stunting terus dilakukan, dengan dukungan dari Bappenas, BKKBN, dan UNICEF. Tujuannya adalah agar anak-anak yang saat ini ditangani bisa tumbuh sehat dan menjadi pemimpin masa depan yang membanggakan.

Baca Juga :  Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

“Lotim masih tinggi angka stuntingnya. Dukungan dari Kemendagri, Bappenas, BKKBN, dan UNICEF harus kita manfaatkan dengan mengoptimalkan intervensi serentak ini. Mari kita bangun sinergi dan kolaborasi,” tegasnya.

Kepala Dinas P3AKB Lombok Timur, H. Ahmat, menambahkan bahwa pembentukan dan pembagian wilayah percepatan penurunan stunting bertujuan memaksimalkan pelaporan data dan pelayanan.

Diperlukan juga kata dia, koordinasi dan sinergi semua pihak secara berkelanjutan untuk mencapai harapan pemerintah daerah.

“Intinya adalah aktif dalam melakukan pendampingan dan pelaporan, insya Allah harapan kita bisa tercapai,” ungkapnya.

Acara ini dihadiri oleh Ketua PKK Lotim, kepala dan perwakilan OPD, serta pihak-pihak terkait lainnya dalam upaya penurunan stunting.(lk)

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi
Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Selasa, 8 September 2026 - 14:42 WITA

Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Selasa, 8 September 2026 - 06:24 WITA

Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Rabu, 2 September 2026 - 10:29 WITA

Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan

Berita Terbaru

Gaya Hidup

Perindo Tegur Keras Anggota DPRD Lotim YS Usai Story Botol Miras

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:31 WITA

Anggota DPRD Lombok Timur dari PAN, Ir. Baidullah. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:38 WITA