PDAM Lombok Timur Tingkatkan Pelayanan dengan Aplikasi GIS

Kamis, 27 Juni 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Titik kordinat pelanggan PDAM Lombok Timur sudah disinkronisasi terpantau dalam aplikasi sistem informasi geografis (GIS). (foto: www.lombokini.com)

Titik kordinat pelanggan PDAM Lombok Timur sudah disinkronisasi terpantau dalam aplikasi sistem informasi geografis (GIS). (foto: www.lombokini.com)

PDAM Lombok Timur meluncurkan inovasi terbaru dalam pelayanan berbasis digital. Langkah ini diambil bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal.

LOMBOKini.com- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur telah meluncurkan aplikasi sistem informasi geografis (GIS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pemanfaatan teknologi informasi.

Direktur PDAM Lombok Timur, Marhaban, menyatakan bahwa GIS adalah aplikasi yang dapat membuat, mengelola, menganalisis, dan memetakan semua jenis data pelanggan berdasarkan titik koordinat.

Baca Juga :  DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

“GIS ini menghubungkan data pelanggan ke peta, mengintegrasikan data lokasi seperti keadaan pelanggan,” jelas Marhaban kepada media pada Rabu, 26 Juni 2024.

Aplikasi GIS ini mencakup titik koordinat pelanggan di setiap cabang dan sumber mata air, jaringan pipa dari hulu ke hilir, serta ukuran pipanya yang terpetakan dalam aplikasi.

“Semua berhubungan dengan data pelanggan, debit air, pemakaian konsumen, dan jaringan pipa bisa kita pantau. Pelanggan ilegal juga dapat kita ketahui,” tambah Marhaban.

Baca Juga :  Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik

Lebih lanjut, aplikasi GIS yang berpusat di Kantor PDAM Lombok Timur ini telah beroperasi selama kurang lebih dua bulan. Sebanyak lima cabang telah disinkronisasi, termasuk wilayah Sukamulia, Selong, Labuhan Haji, Masbagik, dan Korleko.

Dengan aplikasi GIS, diharapkan pelayanan kepada pelanggan PDAM Lombok Timur akan semakin baik. Ini juga merupakan bagian dari kewajiban perusahaan untuk memenuhi hak pelanggan. (lp)

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:14 WITA

Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA