LKKS-LRC Siapkan Strategi Khusus Bantu Kelompok Rentan Pasca Banjir Mataram

Senin, 7 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pasca Banjir Mataram, LKKS NTB dan LRC Koordinasi Penanganan Korban Lansia dan Anak-anak. (Foto: Lombokini.com/LRC).

Pasca Banjir Mataram, LKKS NTB dan LRC Koordinasi Penanganan Korban Lansia dan Anak-anak. (Foto: Lombokini.com/LRC).

LOMBOKINI.com Hujan deras melanda Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Ahad 6 Juli 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan Mataram mengalami curah hujan ekstrem. Sebanyak 4,2 miliar liter air menggenangi wilayah tersebut dalam waktu kurang dari enam jam.

Kepala Stasiun Klimatologi NTB, Nuga Putrantiji, mengutip data dari Agroclimate/Automatic Weather Station (AAWS/AWS) dan Automatic Rain Gauge (ARG).

Data menunjukkan curah hujan di AWS Sigerongan mencapai 111,4 milimeter. AAWS Stasiun Klimatologi NTB mencatat 74,0 milimeter, sedangkan ARG Mataram menunjukkan 71,4 milimeter. Volume ini menggolongkan kejadian sebagai hujan lebat (skala harian) dan ekstrem (skala jam).

Banjir merendam tiga kecamatan: Sandubaya, Mataram, dan Cakranegara. Enam desa/kelurahan juga terdampak, yaitu Swete, Bertais, Kekalik Gerisak, Pagutan Permai, Majeluk, dan Gomong.

Baca Juga :  Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih

Pantauan media menunjukkan banjir juga meluas hingga Kecamatan Ampenan dan Sekarbela. Pihak berwenang belum merilis laporan resmi jumlah korban dan kerusakan fisik.

Menyikapi situasi ini, Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) NTB bersama Lombok Research Center (LRC) segera berkoordinasi. Keduanya memprioritaskan pendataan korban, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, perempuan, dan penyandang disabilitas.

Tim LKKS NTB mendistribusikan paket makanan kepada warga korban banjir bandang di Mataram.
Tim LKKS NTB mendistribusikan paket makanan kepada warga korban banjir bandang di Mataram. (Foto: Lombokini.com).

Ketua harian LKKS NTB, Haji Andi, menyatakan banjir ini menimbulkan trauma mendalam bagi kelompok rentan.

“Kami, LKKS NTB dan LRC bersama mitra pembangunan di bidang sosial, langsung menyusun strategi penanganan pasca banjir bagi korban masyarakat rentan,” ujar Haji Andi di Kantornya, Senin 7 Juli 2025.

Ia menambahkan, LKKS langsung berkoordinasi dengan mitra pembangunan lain, di mana LRC merespons paling cepat. Kedua lembaga ini langsung merancang rencana penanganan korban lansia, anak-anak, dan disabilitas pascabanjir.

Baca Juga :  Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Peneliti LRC, Harianto, menekankan setiap bencana pasti menimbulkan kerugian materiil dan nonmateriil.

“Lansia, anak-anak, perempuan, dan Disabilitas selalu menjadi korban yang memerlukan penanganan khusus. Pengetahuan dan kapasitas mereka membuat mereka terkena dampak lebih berat dan beragam,” jelas Harianto.

Ia menyatakan kelompok rentan sering menjadi korban ganda dalam bencana. Karena itu, LRC dan LKKS menyusun strategi penanganan yang holistik dan berkelanjutan.

Semua pihak berharap banjir kali ini tidak menelan banyak korban jiwa. Kerja sama cepat dan tepat antar mitra diharapkan meringankan penanganan korban dan memperluas dampak positifnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Pemkab Lombok Timur Daftarkan 4.000 Marbot dan Guru Ngaji sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan
BAZNAS Lotim Tinjau Langsung Calon Penerima MAHYANI di Gili Beleq
Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Rabu, 9 September 2026 - 13:44 WITA

BAZNAS Lotim Tinjau Langsung Calon Penerima MAHYANI di Gili Beleq

Selasa, 8 September 2026 - 20:10 WITA

Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda

Selasa, 8 September 2026 - 06:24 WITA

Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Berita Terbaru