Nasabah Lombok Timur Sebut BRI Cabang Selong ‘Sarang Maling’

Senin, 25 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu Sultini menyampaikan kesaksiannya tentang pelelangan rumah tanpa pemberitahuan dalam hearing Komisi III DPRD Lombok Timur, Senin 25 Agustus 2025. (Foto: Lombokini.com).

Ibu Sultini menyampaikan kesaksiannya tentang pelelangan rumah tanpa pemberitahuan dalam hearing Komisi III DPRD Lombok Timur, Senin 25 Agustus 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Sejumlah nasabah menuding secara tegas Bank BRI Cabang Selong sebagai “sarang maling” dalam sebuah hearing atau dengar pendapat yang selenggarakan oleh Komisi III DPRD Lombok Timur, Senin 25 Agustus 2025.

Hearing yang menghadirkan perwakilan BRI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengacara, serta para nasabah korban ini mempertanyakan proses pelelangan agunan yang berjalan secara sepihak.

Ibu Sultini, salah seorang nasabah, mengaku pihak bank melelang rumahnya tanpa pernah mengirimkan pemberitahuan resmi. Ia membeberkan bahwa dirinya sebelumnya mengambil pinjaman sebesar Rp 100 juta dan telah menyelesaikan setoran hingga sisa Rp 48 juta.

Baca Juga :  Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

“Mereka tidak pernah mengonfirmasi, tidak pernah menelpon atau memberi tahu, tidak pernah mengomunikasikan. Tiba-tiba saja rumah saya sudah beralih nama,” tegas Sultini dalam hearing tersebut.

Sultini pun berteriak menuntut haknya dikembalikan. Ia menyanggupi untuk melunasi sisa tunggakan, namun justru kehilangan agunannya akibat pelelangan tanpa pemberitahuan yang layak.

Ia mengaku pihak BRI mengantarkan surat peringatan (SP) dengan cara tidak profesional, seperti melemparnya ke pekarangan dan menitipkannya pada anak kecil.

Setiap kali ia ingin berunding, pihak bank selalu menolaknya dengan alasan pimpinan sedang sibuk.

Baca Juga :  Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik

“BRI telah melakukan pelelangan secara premanisme. Ini menunjukkan BRI itu maling,” katanya dengan nada tinggi.

Ia juga menduga adanya permainan antara BRI dengan pemenang lelang yang hingga kini tidak berani menunjukkan diri.

Beberapa nasabah korban lainnya menyuarakan keluhan serupa dan mengaku kapok menjadi nasabah BRI.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi III DPRD Lombok Timur, Faruk Bawazier, menyatakan prihatin dan meminta BRI menyelesaikan masalah ini di bawah pengawasan OJK.

Sementara itu, perwakilan BRI yang hadir enggan berkomentar dan segera meninggalkan tempat usai hearing berakhir. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ADBMI dan AWO International Gelar Lokakarya Rencana Kerja Strategis BUMDes
Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta
Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik
Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:33 WITA

ADBMI dan AWO International Gelar Lokakarya Rencana Kerja Strategis BUMDes

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:01 WITA

Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:14 WITA

Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA