Ketua Gumi Paer Lombok Tegaskan Komitmen Kawal Kasus Warek I UMMAT hingga Keputusan Final

Rabu, 12 Maret 2025 - 20:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Gumi Paer Lombok, Lalu Junaidi  Tegaskan Komitmen Kawal Kasus Warek I UMMAT Hingga Keputusan Final.

Ketua Gumi Paer Lombok, Lalu Junaidi Tegaskan Komitmen Kawal Kasus Warek I UMMAT Hingga Keputusan Final.

LOMBOKINI.com Ormas Gumi Paer Lombok memenuhi janjinya dengan mendatangi Kantor Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah dan Majelis Dikti Litbang di Yogyakarta pada Selasa, 11 Maret 2025.

Mereka datang secara terpisah untuk mengikuti hearing yang membahas persoalan Wakil Rektor (Warek) I Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat).

PP Muhammadiyah dan Majelis Dikti Litbang langsung menyambut kedatangan mereka. Dialog mengenai kasus Warek I berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Ketua Gumi Paer Lombok, Lalu Junaidi, mengungkapkan bahwa tujuan kedatangan mereka tidak hanya membahas persoalan Warek I, tetapi juga menjalin silaturahmi dengan para petinggi Muhammadiyah dalam rangka memanfaatkan momentum Ramadan.

“Alhamdulillah, kami sudah bertemu dan berdialog dengan PP Muhammadiyah. Semua berjalan lancar dan hangat,” ujar Lalu Junaidi melalui keterangan resminya kepada media, Rabu 12 Maret 2025.

Baca Juga :  Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Junaidi mengakui bahwa dalam dialog tersebut, PP Muhammadiyah menegaskan bahwa persoalan Warek I belum final. Kewenangan Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah dan BPH Ummat hanya sebatas memberikan rekomendasi terhadap hasil investigasi tim yang dibentuk kampus.

“Rekomendasi dan hasil investigasi nanti akan dikaji lagi. Pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini akan kembali dipanggil. Keputusannya dikembalikan kepada Majelis Dikti Litbang di Pengurus Pusat Muhammadiyah dan akan diputuskan sebelum tanggal 17 Maret ini,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Junaidi juga menyebutkan bahwa PP Muhammadiyah sempat menanyakan soal adanya intervensi ormas dalam permasalahan internal universitas.

“Mereka sempat menanyakan hal itu. Dan saya menjawab, yang membuat kacau, masalah ini disebarluaskan melalui media massa. Terlebih lagi lembaga resmi kampus yang menyampaikan sehingga kegaduhan ini terjadi, baik rektor maupun jajaran Ummat sudah ikut berstatemen di media massa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tumpahan Solar Sebabkan Truk Box Tergelincir, Armada Tua Damkarmat Lombok Timur Kesulitan Nanjak

“Tentu ormas-ormas di Pulau Lombok, lebih-lebih antara saya dengan warek I masih berkeluarga, harus masuk untuk mengkondisikan Muhammadiyah. Jika tidak, maka datang massa dari Lombok Timur, untuk menggedor kampus UMMAT,” tegasnya.

Meskipun keputusan akhir menjadi kewenangan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Junaidi berkomitmen akan terus mengawal persoalan tersebut hingga tuntas.

“Kasus ini tetap kami kawal, dan siapapun yang menuduh Warek I Ummat sebagai pelaku pelecehan seksual harus bertanggung jawab. Karena kita ada di negara hukum,” pungkasnya.***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan
Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya
Kebakaran Hanguskan Gudang Bahan Bangunan MAN IC Lombok Timur
Satpam Terbatas, Tembok Rendah, CCTV Nihil: Warga Kritik Keras Pengembang Griya Pesona Alam
Tiga Produk UMKM Binaan Persit Lolos Kurasi dan Dikirim ke Jakarta untuk ‘Persit Bisa 2’
990 Santri Syaikh Zainuddin NW Anjani Ikuti Wisuda Ala Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA