Usia 22 Tahun, Wahyu Apriawan Riski Anggota DPRD NTB Termuda Periode 2024-2029

Senin, 2 September 2024 - 17:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD NTB dari PKB, Wahyu Apriawan Riski. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

Anggota DPRD NTB dari PKB, Wahyu Apriawan Riski. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

LOMBOKINI.com – Wahyu Apriawan Riski, telah mengucapkan sumpah dan janji sebagai anggota DPRD Provinsi NTB periode 2024-2029, pada Senin 2 September 2024.

Wahyu Apriawan Riski, masih berusia 22 tahun saat dilantik. Sehingga menjadi anggota DPRD NTB termuda.

Pria yang kerap disapa Bro Wahyu ini maju melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Dapil 3 NTB Lombok Timur yang meliputi 13 Kecamatan.

Antara lain Masbagik, Sukamulia, Suralaga, Selong, Labuhan Haji, Lenek, Pringgabaya, Aikmel, Sambelia, Pringgasela, Wanasaba, Sembalun dan Suela.

Baca Juga :  Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Wahyu baru kali pertama terjun ke dalam politik praktis. Dia lahir pada 09 April 2022 di Aikmel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Wahyu merupakan putra ketiga dari 5 bersaudara dari pasangan H. Abdul Wahid dan Hj. Nurul Aini Aenuddin.

Saat ini, dia sedang menempuh pendidikan S1 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dengan mengambil Program Studi Ilmu Komunikasi.

Di kampus, Wahyu aktif mengikuti kegiatan ekstra dan tergabung di BEM Fakultas Info Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi.

Wahyu berkomitmen untuk menunaikan janji kampanyenya, dengan berpatisipasi dalam membangun daerah.

Baca Juga :  Pilkada 2029, Generasi Muda Ditunggu, Elite Lama Diminta Legowo

“Saya menyalurkan aspirasi kepada masyarakat dengan adil dan merata. Terkhusus untuk membina anak-anak muda yang merupakan tulang punggung bangsa dalam mencapai Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Wahyu mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikannya kesempatan untuk mengisi jabatan publik.

“Dan terkhusus kepada seluruh masyarakat NTB yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi DPRD NTB, Terima kasih sebanyak-banyaknya,” pungkas Wahyu. ***

Berita Terkait

Pemprov NTB Tegaskan Pengiriman Ternak ke Jabodetabek Lebih Tertata
Pengamat: Tagline ‘Kolotan’ Sekda NTB Kontraproduktif
Pilkada 2029, Generasi Muda Ditunggu, Elite Lama Diminta Legowo
Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok
Nursalim Sebut Ada Perintah ‘Gubernur Iqbal’ di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB
Asosiasi UMKM NTB Protes Keras BGN Hentikan Menu Kering MBG
Iqbal Lantik Abul Chair sebagai Sekda NTB dan 13 Pejabat Eselon II
Dukung Perpres Lahan Sawah, Didu: Jangan Sampai Tersandung Data Bermasalah

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA