Hasil Survei ISS di Pilgub NTB, Elektabilitas GASMAN Ungguli Iqbal-Dinda

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 14:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Strategi dan Operasional ISS Karyono Wibowo saat merilis hasil survei ISS Pilgub NTB 2024 di di Astoria Hotel Mataram, pada Jumat 2 Agustus 2024. (Foto: Lombokini.com).

Direktur Strategi dan Operasional ISS Karyono Wibowo saat merilis hasil survei ISS Pilgub NTB 2024 di di Astoria Hotel Mataram, pada Jumat 2 Agustus 2024. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Indo Survey & Strategy (ISS) merilis hasil survei untuk Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Nusa Tenggara Barat (NTB). ISS memotret peta elektoral-elektabilitas sejumlah figur yang akan berlaga di Pilgub NTB 2024.

Kemudian membuat sejumlah simulasi pasangan calon. Baik skema empat paslon, tiga paslon, hingga dua paslon (head to head).

Berikut hasil survei lengkap ISS untuk Pilgub NTB 2024:

Popularitas tokoh:
Zulkiflimansyah 72 persen
Sitti Rohmi Djalillah 71,6 persen
Suhaili 69,2 persen
Lalu Gita Ariadi 57,8 persen
Sukiman Azmy 42,5 persen
Lalu Muhamad Iqbal 36,1 persen
Indah Dhamayanti Putri 30,2 persen
Mohan Roliskana 25 persen
Lalu Pathul Bahri 24,8 persen
Musyafirin 17,8 persen

Top of Mind Tokoh:

Zulkieflimansyah 14,2 persen
Sitti Rohmi Djalillah 8,1 persen
Suhaili 7,3 persen
Lalu Gita Ariadi 7 persen
Lalu Muhamad Iqbal 6,4 persen
Sukiman Azmi 6,1 persen
Indah Dhayanti Putri 4,2 persen
Musyafirin 1,3 persen
Tidak Tahu atau Tidak Menjawab 12,6 persen.

Elektabilitas (keterpilihan) potret terkini:

Zulkieflimansyah 25,9 persen
Sitti Rohmi Djalillah 11,7 persen
Suhaili 11,6 persen
Lalu Gita Ariadi 9,4 persen
Lalu Muhamad Iqbal 7,1 persen
Sukiman Azmi 6,8 persen
Indah Dhayanti Putri 5,3 persen
Musyafirin 1,3 persen
Tidak Tahu / Tidak Menjawab 19,5 persen

Elektabilitas Calon Gubernur (simulasi 4 nama).

Zulkieflimansyah 27,4 persen
Sitti Rohmi Djalillah 17,1 persen
Lalu Gita Ariadi 15,3 persen
Lalu Muhamad Iqbal 13,6 persen
Tidak Tahu / Tidak Menjawab 26,6 persen

Elektabilitas Calon Gubernur (simulasi 3 nama)

Zulkieflimansyah 32,9 persen
Sitti Rohmi Djalillah 21,7 persen
Lalu Gita Ariadi 17,5 persen
Tidak Tahu atau Tidak Menjawab 27,8 persen

Elektabilitas calon gubernur (simulasi 3 nama)

Zulkieflimansyah 33,7 persen
Sitti Rohmi Djalillah 22,5 persen
Lalu Muhamad Iqbal 20,1 persen
Tidak Tahu atau Tidak Menjawab 23,7 persen

Baca Juga :  Pemprov NTB Bangun Rusun Bersubsidi untuk Lindungi Lahan Pertanian

Elektabilitas Calon Gubernur (simulasi 3 nama)

Zulkieflimansyah 36,4 persen

Lalu Gita Ariadi 24,6 persen

Lalu Muhamad Iqbal 17,3 persen
Tidak Tahu atau Tidak Menjawab 21,6 persen

Elektabilitas Calon Gubernur (simulasi 3 nama)

Sitti Rohmi Djalillah 30,2 persen
Lalu Gita Ariadi 25,1 persen
Lalu Muhamad Iqbal 18,9 persen
Tidak Tahu / Tidak Menjawab 25,7 persen

Elektabilitas Calon Wakil Gubernur (potret terkini)

Suhaili 21,8 persen
Sukiman Azmi 19,7 persen
Indah Dhamayanti Putri 12,7 persen
Musyafirin 9,2 persen
Tidak Tahu atau Tidak Menjawab 18,1 persen

Simulasi 4 pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB:

Zul-Uhel 29,7 persen
Rohmi-Firin 19,9 persen
Gita-Sukiman 16,3 persen
Iqbal-Dinda 12,2 persen
Tidak Tahu / Tidak Menjawab 21,9 persen

Simulasi 3 Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB:

Zul-Uhel 35,7 persen
Gita-Sukiman 23,6 persen
Iqbal-Dinda 18,6 persen
Tidak Tahu atau Tidak Menjawab 22,1 persen

Simulasi 2 Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB (head to head)

Zul-Uhel 43,8 persen
Rohmi-Firin 30,4 persen
Tidak Tahu atau Tidak Menjawab 25,8 persen

Simulasi 2 Pasangan Calon (head to head)

Zul-Uhel 38,7 persen
Gita-Sukiman 32,1 persen
Tidak Tahu atau Tidak Menjawab 29,2 persen

Simulasi 2 Pasangan Calon (head to head)

Zul-Uhel 42,4 persen
Iqbal-Dinda 29,1 persen
Tidak Tahu atau Tidak Menjawab 28,4 persen

Direktur Strategi dan Operasional ISS Karyono Wibowo menerangkan bahwa survei tersebut memiliki 880 responden yang diambil dengan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of erorr) -+ 3,37 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan dengan metode wawancara pada tanggal 20-25 Juli 2024.

Secara umum, Karyono berpandangan Pilgub NTB 2024 masih cukup dinamis. Setiap figur atau paslon, tidak bisa mengeklaim sebagai paslon yang strong (kuat).

Baca Juga :  TPID NTB Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha

“Dari temuan kami, Pilgub NTB masih sangat cair, dinamis. Pergerakan dan migrasi pemilih masih sangat bebas. Maka, para paslon tidak boleh ada yang terlampau jumawa,” kata Karyono saat sesi konferensi pers usai merilis hasil survei di Astoria Hotel Mataram, pada Jumat 2 Agustus 2024.

Perubahan atau migrasi pilihan itu menurutnya disebabkan banyak hal. Seperti peneterasi politik ke akar rumput, gempuran money politik, serta visi-misi.

“Kalau visi misi ini biasanya pemilih kritis,” bebernya.

Di tempat yang sama, Peneliti Pusas Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PusDek) UIN Mataram Dr Ihsan Hamid menjelaskan, apa arti dari tingkat persentase ekektabilitas di atas? Zul dan Rohmi selaku mantan petahana belum mencapai ekektabilitas 51%. Artinya sangat mudah tuk dikalahkan (menurut teori survei dimanapun di dunia ini).

“Lalu siapa yang paling potensial untuk mengalahkannya? Tentu elektabilitas yang terdekat keduanya, yaitu GASMAN dengan 16,3%. Bahkan dengan MoE 3.7, sebenarnya Gasman dan Rohmi berada pada posisi +/- sama. Bila 16,3 persen ditambahkan 3,7 persen, maka GASMAN berada pada 20%, Iqbal-Dinda 15.9%, Zul dikurangi 3,7 menjadi 26%, dan Rohmi ditambah 3,7 menjadi 23,6%,” paparnya.

Kesimpulan, pertama; Dua posisi teratas selaku petahana hampir pasti dapat dikalahlan oleh GASMAN; kedua Iqbal-Dinda terlalu berat untuk bisa bersaing dengan dua paslon teratas maupun dengan GASMAN.

“Lalu apa yg ditakuti dan ditunggu oleh GASMAN untuk tidak maju melaju? Apa maju melaju cukup hanya sampai di sini? Miq Molah yang membuat diksi ini, ayo buktikan kalau Maju Melaju ini tidak menjdi Malu Melaju,” katanya.***

Berita Terkait

Komisi IV DPRD Soroti ‘Darurat Data’ Infrastruktur, Anggaran Lombok Timur Terancam Meleset
Kafilah Lombok Timur Raih Prestasi Gemilang di MTQ NTB, Selaras dengan Semangat Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H
TP-PKK NTB dan Lombok Timur Kolaborasi Wujudkan Desa Sakra sebagai Model Desa Berdaya
Pemprov NTB Hapus Denda dan Tunggakan Pajak Kendaraan Mulai 15 Juni hingga September 2026
Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB
Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau
Tekan Inflasi, Pemprov NTB Gelar Pangan Murah di Lombok Barat
LSM Garuda: Kami Siap Jadi Cooling System dan Jembatan Komunikasi Masyarakat-Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:26 WITA

Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif, Wabup Edwin Buka Festival Muharram 1448 H di GOR Lalu Muslihin

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:08 WITA

Komisi IV DPRD Soroti ‘Darurat Data’ Infrastruktur, Anggaran Lombok Timur Terancam Meleset

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:56 WITA

PDAM Lombok Timur Ungguli BUMD Lain dalam Kepuasan Publik

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:58 WITA

BPS Awali Sensus Ekonomi 2026 dengan Mendata Bupati Lombok Timur sebagai Contoh

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:32 WITA

Meriah dan Bermakna, 1.448 Dulang Tembolak Beak Semarakkan Festival Muharram Lombok Timur

Senin, 15 Juni 2026 - 21:55 WITA

Tragis, Petugas Mitra PLN Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan di Pohgading

Senin, 15 Juni 2026 - 21:45 WITA

TP-PKK NTB dan Lombok Timur Kolaborasi Wujudkan Desa Sakra sebagai Model Desa Berdaya

Senin, 15 Juni 2026 - 21:42 WITA

Geger, Mayat Bayi Ditemukan Mengambang di Saluran Irigasi Desa Pijot Keruak

Berita Terbaru

DPN SPI Rekomendasikan Syamsuddin Ikuti Pendidikan Lemhannas RI. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

Pendidikan

DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI

Kamis, 18 Jun 2026 - 02:08 WITA