Bupati Sidak RSUD Selong, Temukan Pasien Tunggu 4 Jam

Selasa, 15 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Haerul Warisin memeriksa langsung antrean pasien saat inspeksi mendadak di RSUD Selong, Selasa 15 Juli 2025. Ia menemukan pasien mengeluh menunggu pelayanan hingga empat jam. (Foto: Lombokini.com).

Bupati Haerul Warisin memeriksa langsung antrean pasien saat inspeksi mendadak di RSUD Selong, Selasa 15 Juli 2025. Ia menemukan pasien mengeluh menunggu pelayanan hingga empat jam. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, meninjau langsung pelayanan kesehatan di RSUD dr. R. Soedjono Selong, Selasa 15 Juli 2025.

Bupati yang akrab disapa Haji Iron itu melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan kualitas pelayanan.

Kunjungannya menanggapi keluhan masyarakat sekaligus memantau implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Haerul Warisin menelusuri berbagai fasilitas rumah sakit dan berdialog langsung dengan pasien serta pengunjung.

Dalam dialog tersebut, ia menerima keluhan pasien tentang lamanya waktu tunggu pelayanan.

“Tadi ada pasien yang mengaku menunggu hingga empat jam. Ini harus menjadi perhatian. Kita akan menambah ruang dan tempat yang layak agar pelayanan lebih cepat,” tegasnya.

Baca Juga :  Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Ia menekankan pentingnya penerapan kebijakan KRIS. “Implementasi KRIS ini cukup berat di awal. Tapi ini wajib kita laksanakan. Rumah sakit harus segera menyesuaikan,” tambahnya.

Bupati meminta manajemen RSUD Selong mempercepat penyesuaian dan meningkatkan kualitas pelayanan.

“Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar. Tidak boleh ada lagi pasien yang menunggu terlalu lama atau mendapatkan fasilitas tidak layak,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, Hasbi Santoso, menyatakan pihaknya sedang berupaya memenuhi standar KRIS. Mereka menargetkan penyelesaian akhir Desember 2025. Saat ini, RSUD baru memiliki 51 kamar dari 156 kamar yang disyaratkan. Meski demikian, Hasbi optimis target tersebut terpenuhi tepat waktu.

Baca Juga :  LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

“KRIS merupakan sistem baru pelayanan rawat inap BPJS Kesehatan untuk menyamakan standar pelayanan di seluruh faskes,” jelas Hasbi.

Ia menambahkan, penerapan KRIS diharapkan meningkatkan kualitas layanan rawat inap secara keseluruhan dan menegaskan komitmen pelayanan yang adil kepada masyarakat. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA