Ketimpangan Gender Masih Tinggi di Lotim Meski Ada Perda PUG

Selasa, 2 April 2024 - 16:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berlangsungnya acara Coaching Pengintegrasian Peta Jalan dan Rencana Aksi Pelibatan laki laki dalam PPRG di Rupatama 2 Kantor Bupati Lotim. (Foto: Lombokini.com)

Berlangsungnya acara Coaching Pengintegrasian Peta Jalan dan Rencana Aksi Pelibatan laki laki dalam PPRG di Rupatama 2 Kantor Bupati Lotim. (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.com Meskipun Peraturan Dserah (Perda nomor 2 Tahun 2020 tentang Pengarus Utamaan Gender (PUG) telah diterapkan, ketimpangan gender antara laki-laki dan perempuan di wilayah Lombok Timur (Lotim) masih tinggi.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lotim, H Ahmat, ketimpangan tersebut terjadi dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Salah satu contoh ketimpangan gender yang disoroti adalah penggunaan alat kontrasepsi yang lebih didominasi oleh perempuan daripada laki-laki.

Baca Juga :  80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat

“Kedepan kita harapkan sama antara laki-laki dengan perempuan ini,” ujar H Ahmat saat mengisi acara aksi Pelibatan Laki-laki dalam Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) di Rupatama 2 Kantor Bupati Lotim, Selasa 2 April 2024 .

Selain itu, ketimpangan gender juga terlihat dalam bidang pekerjaan, di mana perempuan cenderung mendominasi sebagai penjual atau pembeli, seperti penjual sayur.

Baca Juga :  Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI

Di sektor pemerintahan, perempuan juga masih mengalami diskriminasi dalam pengambilan keputusan pembangunan dan perencanaan.

Hadirnya Perda PUG diharapkan dapat menyamakan hak laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Aksi Pelibatan Laki-laki dalam PPRG yang dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai OPD di Rupatama 2 hari ini, menunjukkan komitmen dalam mengatasi ketimpangan gender.

“Kita sudah berjalan sejak tahun 2021 sampai saat ini, tinggal penguatan komitmen,” tambahnya.***

Penulis : Ong

Berita Terkait

Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI
Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru
BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?
Kapolda NTB dan Bupati Lotim Serahkan Santunan kepada Anak Yatim dan Lansia di Kantor Baznas
Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas
Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:28 WITA

Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:11 WITA

Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:12 WITA

Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:48 WITA

ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:33 WITA

Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 

Berita Terbaru