Ketimpangan Gender Masih Tinggi di Lotim Meski Ada Perda PUG

Selasa, 2 April 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Berlangsungnya acara Coaching Pengintegrasian Peta Jalan dan Rencana Aksi Pelibatan laki laki dalam PPRG di Rupatama 2 Kantor Bupati Lotim. (Foto: Lombokini.com)

Berlangsungnya acara Coaching Pengintegrasian Peta Jalan dan Rencana Aksi Pelibatan laki laki dalam PPRG di Rupatama 2 Kantor Bupati Lotim. (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.com – Meskipun Peraturan Dserah (Perda nomor 2 Tahun 2020 tentang Pengarus Utamaan Gender (PUG) telah diterapkan, ketimpangan gender antara laki-laki dan perempuan di wilayah Lombok Timur (Lotim) masih tinggi.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lotim, H Ahmat, ketimpangan tersebut terjadi dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Salah satu contoh ketimpangan gender yang disoroti adalah penggunaan alat kontrasepsi yang lebih didominasi oleh perempuan daripada laki-laki.

Baca Juga :  DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

“Kedepan kita harapkan sama antara laki-laki dengan perempuan ini,” ujar H Ahmat saat mengisi acara aksi Pelibatan Laki-laki dalam Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) di Rupatama 2 Kantor Bupati Lotim, Selasa 2 April 2024 .

Selain itu, ketimpangan gender juga terlihat dalam bidang pekerjaan, di mana perempuan cenderung mendominasi sebagai penjual atau pembeli, seperti penjual sayur.

Baca Juga :  Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores

Di sektor pemerintahan, perempuan juga masih mengalami diskriminasi dalam pengambilan keputusan pembangunan dan perencanaan.

Hadirnya Perda PUG diharapkan dapat menyamakan hak laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Aksi Pelibatan Laki-laki dalam PPRG yang dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai OPD di Rupatama 2 hari ini, menunjukkan komitmen dalam mengatasi ketimpangan gender.

“Kita sudah berjalan sejak tahun 2021 sampai saat ini, tinggal penguatan komitmen,” tambahnya.***

Penulis : Ong

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT
Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong
Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
Pemkab Lombok Timur Daftarkan 4.000 Marbot dan Guru Ngaji sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:31 WITA

Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:23 WITA

Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WITA

Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Jumat, 18 September 2026 - 19:22 WITA

Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade

Berita Terbaru